Sat. Dec 10th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Jokowi di Acara Relawan Musra: Bicara soal 3 Periode hingga Beri Jaket G20

4 min read

Ribuan relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tergabung dalam Musyawarah Rakyat (Musra) memadati gedung SPORT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (28/8).

Mereka berkumpul untuk diskusi mencari sosok yang tepat menggantikan Presiden Jokowi sebagai calon presiden dan wakil presiden pada 2024.

Jokowi tiba di ruang acara sekitar pukul 10.30 WIB. Suara dukungan pada Jokowi langsung menggelora seisi ruangan saat mantan gubernur DKI itu tiba.

Dalam sambutannya, Jokowi berharap Musra bisa menjaga kekompakan, kerukunan dan persatuan dalam menuju pemilihan presiden 2024.

“Saya senang dengan Musra, gagasan Musra. Sehingga rakyat punya ruang untuk berdemokrasi menyampaikan keinginannya,” kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo memberikan bantuan kepada pedagang di Pasar Cicaheum Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8/2022). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Jokowi: Tidak Mudah Kelola Negara dalam Situasi Dunia yang Penuh Ketidakpastian

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tidak mudah untuk mengelola negara di tengah himpitan situasi sulit yang melanda dunia saat ini. Kondisi diperparah dengan pandemi COVID-19 yang selama dua tahun belakangan melanda Indonesia.

Kondisi tersebut makin memunculkan ketidakseimbangan dalam segala aspek, termasuk dalam urusan ekonomi bagi suatu negara.

”Harus saya sampaikan apa adanya bahwa kita sekarang pada posisi yang tidak mudah, dunia sekarang ini berada pada situasi sulit, tidak gampang, tidak mudah mengelola negara dalam situasi dunia yang penuh ketidakpastian, penuh dengan kesulitan ketidakpastian dimulai dari pandemi COVID yang sebabkan krisis kesehatan,” ujar Jokowi dalam sambutannya di Musra Jabar, Bandung, Minggu (28/8).

”Kemudian kedua muncul perang akibatkan krisis pangan. Ketiga krisis energi di semua negara dan krisis keuangan,” sambungnya.

Indonesia, menurut Jokowi, bernasib lebih mujur ketimbang negara dunia lainnya. Hal itu terbukti dari pernyataan sejumlah lembaga internasional yang memprediksi banyak negara dunia akan ambruk akibat tak mampu melewati empat krisis tersebut.

”Berulang kali saya sampaikan diperkirakan lembaga internasional akan ada tambah terus [negara yang collpased], dulu 9, 25, kemudian 42, terakhir 66 negara yang akan ambruk ekonominya karena 4 krisis tadi. Ini yang perlu saya ingatkan kondisinya tidak normal,” ucap Jokowi.

Kondisi itu, kata Jokowi, diperparah dengan bertambahnya negara yang mengalami kekurangan pangan akut. Kondisi itu, menurutnya, jelas akan berbahaya bagi masyarakat dan dapat memunculkan kelaparan di setiap wilayah negara.

”82 negara sekarang sudah berada kekurangan pangan akut, sebagian masuk pada situasi kelaparan,” ungkap Jokowi.

Presiden Joko Widodo memberikan bantuan kepada pedagang di Pasar Cicaheum Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8/2022). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Saat Jokowi Diteriaki Relawan 3 Periode

“Jokowi..!! Jokowi..!!” teriak relawan saat Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia I, di Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8).

Sesekali teriakan itu menjadi “Tiga periode..!!”

Merespons itu, Presiden Jokowi menegaskan konstitusi mengatur presiden yang menjabat maksimal 2 periode, tidak boleh lebih. Karena itu dia patuh pada aturan bernegara tersebut.

“Jokowi, Jokowi. Konstitusi tidak memperbolehkan. Dah jelas itu. Sekali lagi saya akan selalu taat pada konstitusi dan kehendak rakyat. Saya ulangi. Saya akan taat pada konstitusi dan kehendak rakyat,” ucap Jokowi.

Meski begitu, Jokowi meminta masyarakat tak perlu heboh apabila dorongan agar dirinya maju 3 periode sebagai Presiden di 2024 masih muncul. Menurutnya, hal itu bagian demokrasi.

Jokowi mengatakan, siapa pun bebas berpendapat. Ia juga tak melarang apabila ada pihak yang menyatakan ingin dirinya mundur sebagai presiden.

“Negara ini negara demokrasi. Jangan sampai ada yang ngomong 3 periode, kita sudah ramai. Itu kan wacana kan. Boleh saja orang sampaikan pendapat,” tutur mantan Gubernur DKI itu.

“Toh ada yang ngomong ganti presiden apa juga boleh. Ya ndak? Jokowi mundur, juga boleh. Ini katanya negara demokrasi? Ya kan. Itu kan wacana. Enggak papa, yang penting saya ingatkan dalam sampaikan pendapat, aspirasi, jangan anarkis,” imbuh dia.

Lalu, siapa capres yang akan didukung di 2024? Jokowi meminta relawan tak buru-buru, juga jangan salah pilih. Dia berharap forum relawan dapat memunculkan sosok yang layak didukung.

“Nanti kalau dalam Musra sudah ketemu siapa [capres yang direkomendasikan] tolong saya dibisiki karena ini forum rakyat,” ujar dia.

Presiden Jokowi serahkan sertifikat tanah di Sidoarjo, Senin (22/8/2022). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi serahkan sertifikat tanah di Sidoarjo, Senin (22/8/2022). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden© Disediakan oleh Kumparan

Jokowi: Pemimpin Jangan Hanya Duduk Enak di Istana, Setuju?

Presiden Jokowi berharap capres-cawapres di 2024 betul-betul menjadi pemimpin yang diharapkan rakyat. Hal ini disampaikan Jokowi di hadapan relawan pendukungnya dalam acara Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia I, di Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8).

“Menurut UU, konstitusi, yang usung capres-cawapres adalah partai atau gabungan partai. Ya. Tapi pada saat pencoblosan itu yang menentukan rakyat. Kita harap Musra bisa memunculkan pemimpin-pemimpin yang dicintai rakyat, mau dekat dengan rakyat,” kata Jokowi.

“Pemimpin yang mau turun ke bawah, tidak hanya duduk enak di istana. Setuju? Musra forumnya akar rumput, forumnya rakyat untuk ikut bersuara. Yang juga kita harap bisa lahirkan agenda kebangsaan, program yang berguna dan kemanfaatan bagi rakyat,” imbuh dia.

Lebih lanjut, mengingatkan para relawan pendukungnya untuk terus menjaga kekompakan, kerukunan, dan persatuan menuju 2024. Ia pun meminta para relawannya untuk tak buru-buru memilih capres-cawapres di 2024.

Menurut Jokowi banyak persoalan yang perlu ditangani ke depan, mulai dari ancaman krisis pangan dan energi. Sehingga diperlukan kehati-hatian dalam memilih capres di 2024.

“Hati-hati. Ulah [jangan] buru-buru. Ulah lepat, jangan salah, kita menentukan siapa. Setuju?? Saya titip lagi. Ulah gurung rusuh [jangan panik],” ujarnya.

“Hati-hati. Hati-hati. Jangan buru-buru. Saya ulang lagi, ulah lepat. Jangan salah, jangan keliru menentukan sikap. Setuju ndak?” pesan dia.

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan di Pasar Cicaheum Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Jokowi Beri Jaket G20 yang Dipakai ke Relawan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan jaket G20 yang dipakainya kepada seorang relawan bernama Jeni, dalam acara Musyawarah Rakyat (Musra) di gedung SPORT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (28/8).

Pemberian jaket dilakukan setelah Jokowi menutup sambutannya. Ketika berada di atas panggung, Jokowi bertanya pada Jeni siapa calon presiden yang akan dia pilih dalam pemilihan presiden 2024.

Jeni pun dengan lantang meneriakkan nama Jokowi. “Pak Jokowi lagi,” ujar Jeni. Jawaban itu pun lantas membuat ruangan yang diisi ribuan relawan Jokowi bertepuk tangan.

Wanita yang berangkat dari Bogor menuju Bandung ini pun mendapat hadiah menarik dari Jokowi. Dia diberi jaket G20 sebagai kenang-kenangan datang ke Musra.

“Saya berikan ini ke Bu Jeni. Jaket G20, enggak sembarang orang boleh pakai,”- Jokowi.

Baca juga !