Sun. Nov 27th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Jokowi Ungkap Kriteria Ideal Presiden Pengganti Dirinya

2 min read
Presiden Joko Widodo mengunggah sebuah potongan video yang menampilkan wawancara dirinya dengan jurnalis MetroTV, Aviliani Malik, Kamis (25/8/2022) malam.

Potongan video yang diunggah lewat akun Twitter resminya @jokowi itu merupakan bagian dari wawancara khusus presiden yang telah tayang di MetroTV.

Dalam unggahannya, Presiden Jokowi menyertakan kalimat pengantar soal sosok ideal pemimpin masa depan Indonesia.

“Tantangan global semakin berat. Rintangannya pun semakin banyak. Di tengah situasi itu, pemimpin seperti apakah yang kelak dibutuhkan Indonesia?” tulisnya.

Kemudian, potongan video memutar pendapat Jokowi soal sosok ideal yang dibutuhkan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan itu.

“Ya sekarang ini kan tantangan global semakin berat, tantangan dunia semakin berat. Rintangannya juga semakin banyak,” kata Jokowi.

“Sehingga figur ke depan harus figur yang mau bekerja keras, yang memiliki leadership kepemimpinan yang kuat dan selalu berpihak pada kepentingan rakyat,” kata dia.

Jokowi mengatakan, rakyat yang dimaksud bukan hanya yang berada di Jakarta atau Pulau Jawa, melainkan di seluruh Indonesia.

“Rakyat itu bukan hanya rakyat yang di Jakarta, atau rakyat yang ada di Jawa tetapi di 17.000 pulau yang kita miliki,” kata dia.

Adapun sebelumnya, Presiden Jokowi juga sempat mengunggah sebuah potongan video yang merupakan bagian wawancara dirinya dengan Pemimpin Redaksi TvOne, Karni Ilyas.

Potongan video tersebut diunggah di akun resmi Instagram @jokowi dan akun Twitter resminya @jokowi pada Selasa (23/8/2022) pagi.

Dalam unggahannya, Jokowi menuliskan sebuah kalimat “Apa kita kurang bebas berbicara?”.

Kemudian, potongan video yang diunggah menampilan jawaban Jokowi saat dirinya ditanya soal anggapan masih kurangnya kebebasan bicara di Indonesia saat ini.

Jokowi membantah bahwa kebebasan bicara di Tanah Air kurang. Ia mengatakan, kebebasan bicara di Indonesia sudah ada di tahap demokrasi yang liberal.

“Ah kebebasan apa yg masih kurang? Orang memaki-maki presiden, orang mengejek presiden, orang menghina presiden, orang mencemooh presiden juga tiap hari kita dengar. Orang mendungu-dungukan presiden juga kita tiap hari kita dengar, kita lihat. Biasa saja,” ujar Jokowi.

“Mau seperti apa lagi yang sebenarnya kita inginkan? Demokrasi yang sangat liberal sekali kita ini meskipun kita ini orang timur yg penuh dengan kesantunan, yang penuh dengan etika dan tata krama yg baik, tapi sekarang ini kita sudah, sudah menurut saya sudah sangat liberal sekali,” kata Presiden.

Baca juga !