Sun. May 9th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Jomplangnya Kepuasan Publik ke Jokowi dan Maruf di Survei IPO

1 min read

Jakarta – Indonesia Political Opinion (IPO) menyatakan terjadi kejomplangan pada tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi berada di angka tinggi, tapi tingkat kepuasan publik terhadap Ma’ruf Amin terbilang rendah.

 

“Kalau dibandingkan dengan Wapres, terlihat kejomplangannya,” kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, dalam diskusi Polemik Trijaya bertema ‘Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024’, Sabtu (10/4/2021).

Pernyataan ini didasari hasil survei kepuasan terhadap pemerintahan yang dilaksanakan dari Maret hingga April 2021. Survei melibatkan 1.200 responden.

Berikut hasilnya:

Kepuasan publik terhadap Jokowi
– Sangat puas: 56% sangat puas
Terdiri dari: bidang sosial (58% puas), bidang ekonomi (55% puas), bidang politik-hukum (43% puas)
– Tidak puas: 37%

Kepuasan publik terhadap Ma’ruf Amin
– Puas: 36%
Terdiri dari: bidang sosial (40%), bidang ekonomi (29%, bidang politik-hukum (38%)
– Tidak puas: 51%

Dedi mengatakan survei ini memperlihatkan kalau kerja sama antara presiden dan wapres tidak terlihat di mata masyarakat. Masyarakat menurutnya tidak melihat keterlibatan wapres dalam kerja presiden.

“Jadi ini saya kira menjadi pesan bahwa kerja kolektif antara Presiden dan Wapres betul-betul tidak terlihat di masyarakat. Artinya, sekarang orang hanya melihat Presiden Joko Widodo bekerja tidak melibatkan Wapres,” ujar Dedi.

“Begitu juga Wapres, mungkin bekerja tidak berani untuk menunjukkan ke publik sehingga tidak diketahui,” lanjutnya.Tapi bisa saja, menurutnya, wapres tidak terlalu ingin menunjukkan ke publik, sehingga jarang terlihat tampil di depan publik.

Ada tiga hal yang ditanyakan, yakni soal kinerja pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 setahun ini, popularitas para menteri dan konstelasi 2024, serta keberhasilan program-program pemerintah saat pandemi COVID-19.

Baca juga !