Tue. Dec 6th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Kementerian Luar Negeri Konfirmasi 5 ABK WNI Jadi Korban Ledakan Kapal

2 min read

Jakarta – Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI pada Minggu, 17 April 2022, mengkonfirmasi KJRI Hong Kong telah diberikan akses pada Minggu malam, 17 April 2022 untuk menemui 5 ABK WNI yang dirawat di Queen Marry Hospital. Ke-5 ABK WNI itu mengalami luka bakar setelah kapal tempat mereka bekerja, meledak pada 16 April 2022.

Kapal naas itu diketahui adalah kapal tanker Chuang Yi, pengangkut minyak dan bahan kimia, yang berbendera Panama. Kapal sedang menuju ke Taiwan saat terjadi peristiwa ledakan.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, mengatakan ke-5 ABK WNI yang menjadi korban dalam musibah ini adalah JJ, BS, M, dan RS. Adapun AS, belum dapat ditemui karena kondisi kesehatan yang belum stabil.

“Para WNI ABK mengalami luka bakar yang bervariasi dari ringan hingga cukup berat,” kata Judha dalam keterangannya.

Petugas medis di Queen Marry Hospital menyampaikan bahwa mereka mengupayakan perawatan medis yang optimal bagi para ABK WNI tersebut agar bisa pulih dengan cepat.

KJRI Hong Kong telah melakukan komunikasi dengan pihak agensi Kapal Chuang Yi di Hong Kong guna memastikan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan maupun kesehatan para WNI ABK sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kapal Chuang Yi yang membawa minyak dan bahan kimia, meledak dan terbakar pada 16 April 2022 atau saat berada di perairan 300 kilometer timur Hong Kong.

Merespon kondisi tersebut KJRI Hong Kong segera berkoordinasi dengan otoritas keselamatan maritim Hong Kong (The Hong Kong Maritime Rescue Coordination Center). Diinformasikan terdapat lima ABK berkewarganegaraan Indonesia. Seluruh awak kapal yang menjadi korban ledakan kapal Chuang Yi, telah dibawa ke Queen Marry Hospital dan Pamela Youde Hospital Hongkong.

KJRI Hong Kong menjalin berkomunikasi dengan pihak otoritas terkait Hong Kong untuk memberikan pendampingan yang maksimal kepada ABK WNI dan memastikan upaya medis yang optimal bagi perawatan mereka.ab

Kementerian Luar Negeri juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI untuk menelusuri data keluarga dan manning agency yang memberangkatkan para ABK WNI itu.

Baca juga !