Thu. Dec 8th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Komandan Militer Armada ke-7 AS: China seperti Gorila

2 min read

Keputusan China untuk menembakkan rudal ke arah Taiwan harus ditentang, kata seorang komandan tinggi militer Amerika Serikat (AS) Komandan Armada ke-7 Wakil Laksamana Karl Thomas mengungkapkan bahwa bila tindakan China itu menjadi norma baru maka sama saja China seperti gorila yang sedang berada dalam di dalam ruangan.

Sebelumnya Beijing mengadakan latihan militer di sekitar pulau yang berpemerintahan sendiri itu pada awal bulan ini namun tidak mengkonfirmasi apakah ada rudal yang melintas langsung di atasnya.

Melansir dari BBC.com, Kamis, 18 Agustus 2022, ketegangan meningkat setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada Agustus. Kunjungannya yang terkenal membuat marah Beijing, yang mengklaim pulau memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai bagian dari wilayahnya.

Sementara Wakil Laksamana Thomas memimpin pasukan yang berbasis di Yokosuka, Jepang. Armada ke-7 AS adalah armada terbesar yang dikerahkan oleh Angkatan Laut AS dengan sekitar 50 hingga 70 kapal dan kapal selam. Armada ini merupakan bagian penting dari kehadiran militernya di wilayah Asia Pasifik.

“Sangat penting bagi kita untuk melawan hal semacam ini. Saya tahu bahwa gorila di ruangan itu meluncurkan rudal ke Taiwan,” kata Wakil Laksamana Thomas kepada wartawan di Singapura.

“Tidak bertanggung jawab untuk meluncurkan rudal di atas Taiwan ke perairan internasional. Jika Anda tidak menantangnya, tiba-tiba itu bisa menjadi seperti pulau-pulau di Laut China Selatan yang sekarang telah menjadi pos-pos militer China. Laut China sekarang adalah pos-pos militer Bejing yang berfungsi penuh,” lanjutnya soal China

Keputusan China untuk melakukan hampir satu minggu latihan militer di perairan sekitar Taiwan telah mengganggu pelayaran utama dan rute udara. Ini merupalan sebuah langkah yang dikatakan pulau sebagai blokade. Dia juga menuduh Beijing menggunakan latihan itu sebagai latihan untuk invasi.

Taiwan mengatakan rudal yang ditembakkan China terbang tinggi ke atmosfer dan tidak menimbulkan ancaman. Kementerian pertahanannya juga tidak mengungkapkan lintasan rudal, dengan alasan kekhawatiran intelijen.

Sementara Kedutaan Besar Jepang di Washington mengatakan mereka yakin empat rudal yang ditembakkan oleh China telah melewati ibu kota Taiwan, Taipei.

AS dan sekutu lainnya telah meningkatkan penyeberangan Angkatan Laut di Selat Taiwan dan Laut Cina Selatan, area lain yang penting secara strategis bagi Beijing untuk menekankan bahwa ini adalah perairan internasional.

Sementara AS memiliki hubungan diplomatik resmi dengan China dan bukan Taiwan dan AS mempertahankan hubungan khusus dengan pulau itu yang mencakup penjualan senjata untuk pertahanan, pengaturan yang telah lama mengusik China.

Baca juga !