Mon. Sep 26th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Korban Jiwa Pendemo di Myanmar Terus Berjatuhan hingga Capai Ratusan

2 min read

Jakarta –

Kekerasan militer terus memakan korban jiwa dari pihak demonstran Myanmar. Pada Senin (15/3), sedikitnya 20 orang demonstran antikudeta tewas ditembak saat protes dan kerusuhan terus memanas di Myanmar usai junta militer merebut kekuasaan enam minggu lalu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (16/3/2021) Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), sebuah kelompok pemantau lokal yang melacak penangkapan dan korban jiwa, mengatakan sedikitnya 20 orang tewas dalam kekerasan hari Senin kemarin.

“Korban meningkat secara drastis,” katanya dalam pernyataan Selasa (16/3), menambahkan bahwa lebih dari 180 orang telah tewas sejak kudeta 1 Februari.

Selain memakan korban dari pihak demonstran antikudeta, beberapa orang yang tewas juga berasal dari warga sipil yang bahkan tidak berpartisipasi dalam protes. Sebagian besar tewas di Myanmar tengah, sementara setidaknya tiga orang tewas di pusat perdagangan Yangon.

Menurut AAPP, kematian di Yangon termasuk dua wanita yang ditembak di rumah mereka ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan ke jalan.

AFP secara independen telah memverifikasi 11 kematian.

Sebelumnya, kerusuhan hari Minggu (14/3) lalu menandai satu hari paling mematikan sejak kudeta sejauh ini, dengan AFP membenarkan sedikitnya 44 orang tewas dalam kerusuhan di seluruh negeri di hari itu, termasuk aksi pembakaran dan penjarahan pabrik-pabrik China.

Enam kota di Yangon ditempatkan di bawah darurat militer setelah kekerasan memanas pada Minggu (16/3).

Mereka yang ditangkap akan diadili oleh pengadilan militer, bukan pengadilan sipil, dengan hukuman mulai dari kerja paksa tiga tahun hingga eksekusi.

Kekerasan yang terjadi pada hari Minggu (14/3) tersebut juga mendapat kecaman keras dari China, yang mendesak Myanmar untuk “dengan tegas menghindari terulangnya insiden semacam itu”.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menggambarkan kekerasan itu sebagai “keji”.

China “sangat prihatin akan dampak terhadap keselamatan institusi dan personel China”, katanya kepada wartawan di Beijing, menambahkan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah memperkuat daerah di sekitar pabrik-pabrik yang didanainya.

Baca juga !