Thu. Oct 6th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Korea Utara Siap Kirim 100 Ribu Pasukan Bantu Rusia Perang di Ukraina

2 min read

Jakarta – Pakar Militer Rusia Igor Korotchenko menyatakan Korea Utara siap mengirim 100.000 tentara ke sekutunya, Rusia. Pengiriman pasukan itu sebagai bantuan militer untuk meningkatkan invasi ke Ukraina.

Saat diskusi panel langsung di Russian Channel, media yang terafiliasi dengan Kremlin, Korotchenko juga mengaku mendapat laporan bahwa Korea Utara siap membantu Rusia memperbaiki kerusakan perang di Donbas. Sang jurnalis menyebut, Pemerintah Rusia tidak boleh malu menerima uluran tangan Presiden Kim Jong-un.

“Jika sukarelawan Korea Utara dengan sistem artileri mereka, banyak pengalaman dengan perang kontra-baterai dan sistem roket multi-peluncuran berkaliber besar, yang dibuat di Korea Utara ingin berpartisipasi dalam konflik, mari kita beri lampu hijau untuk dorongan sukarela mereka,” kata Korotchenko, dikutip dari The Independent, Selasa, 9 Agustus 2022.

Korotchenko mengatakan, jika Korea Utara menyatakan keinginan untuk memenuhi tugas internasionalnya memerangi fasisme Ukraina, Rusia harus mengizinkannya. Dia menambahkan bahwa kedua negara memegang hak berdaulat untuk menandatangani perjanjian yang relevan.

Dewan Hubungan Luar Negeri yang berbasis di New York, kekuatan militer Korea Utara memiliki hampir 1,3 juta personel aktif. Selain itu, mereka memiliki 600.000 pasukan yang bertugas sebagai tentara cadangan di ketentaraan. Kemampuan militer Korea Utara disebut terbesar keempat di dunia.

Sebuah laporan Korea Selatan menyatakan bahwa Korea Utara sudah bersiap mengirim pekerjanya ke wilayah Donbas yang pro-Rusia di Ukraina timur untuk membantu membangun kembali wilayah tersebut. Sumber Korea Utara dalam laporan tersebut mengakui, Pyongyang berencana mengirim pekerja ini pada waktu yang tepat karena mereka terus memantau situasi di lapangan.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Memasuki bulan keenam, Rusia belum berhasil menjatuhkan pemerintahan Kyiv dan melanjutkan menggempur negara tetangga, sama-sama bekas anggota Uni Soviet.

Moskow mengatakan apa yang dilancarkannya itu sebagai sebuah operasi militer untuk denazifikasi dan demiliterisasi Ukraina. Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, mengecam Kremlin dengan menjatuhkan sanksi ekonomi dan mengirim bantuan senjata ke Ukraina.

Baca juga !