Wed. Dec 7th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Kritik Pegawai KPK Tak Lulus TWK, Fahri Disinggung Balik soal Ekspor Benur

2 min read

Jakarta –

Mantan pimpinan DPR, Fahri Hamzah, mempertanyakan para pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai proses seleksi alih status menjadi ASN. Pernyataan itu menjadi serangan balik bagi Fahri.

Kasatgas penyelidik KPK, Harun Al-Rasyid menilai Fahri tidak tahu banyak apa yang terjadi di dalam KPK. Harun mengatakan pihaknya sudah teriak sejak Perkom No. 1 tahun 2021 disahkan.

“Waktu Perkom No 1/2021 disahkan itu kami sudah teriak. FH itu tahu apa? Tahunya kan cuman ngomong doang dan ndak pernah dapet informasi yang utuh yang dia terima,” kata Harun kepada wartawan, Sabtu (12/6/2021) malam.

Harun mengatakan Fahri Hamzah tak suka dengan KPK sejak kasus Rokhmin Dahuri (Menteri KP Kabinet Gotong Royong periode 2001-2004). Padahal, kata Harun, KPK tidak pernah menyerang individu ataupun kelompok.

“Sejak kasus Rokhmin, dia itu kan staf pribadinya nah dia mulai terancam di sana, terus dia masuk PKS, LHI (Luthfi Hasan Ishaaq) kena, itu kan kita nggak menyerang mematikan partai, tapi kita kelakuan orangnya, akhirnya Fahri itu kan dikeluarkan sama PKS, itu kelakuannya dia,” ujarnya.

“Memang sejak awal dia benci mati gara-gara kasusnya Rokhmin, dulu Fahri belum apa-apa sudah kita mintai keterangan, masih culun dulu dia, belum bisa ngomong apa-apa, itu bukan kasus yang aku tanganin, tapi saya sudah di KPK,” lanjut Harun.

Pegawai KPK, Harun Al RasyidKasatgas penyelidik KPK, Harun Al-Rasyid (Foto: Kadek/detikcom)

Harun lantas menyinggung soal kasus ekspor benur yang menjerat eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Harun menganggap Fahri terlibat konflik kepentingan.

“Yang kedua kasus benur itu Fahri itu terkait itu. Itu kan masih satu perusahaan yang kita tangani, nanti kan ada 40 perusahaan itu, Fahri itu punya perusahaan ekspor benur. Takut dia itu sebenarnya itu ketar-ketirlah. Dia itu sarat kepentingan,” ujar Harun yang dikenal ‘Raja Operasi Tangkap Tangan (OTT)’ di KPK ini.

 

Baca juga !