Sun. Nov 27th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Kritik soal Evakuasi dari Afghanistan Bikin 2 Menteri Belanda Undur Diri

2 min read

Jakarta –

Dua menteri Belanda mengundurkan diri dari jabatannya buntut kritik terkait penanganan terhadap krisis evakuasi Afghanistan. Keduanya adalah Menteri Luar Negeri Belanda Sigrid Kaag dan Menteri Pertahanan Belanda, Ank Bijleveld.

Dilansir AFP, Jumat (17/9/2021), Kaag lebih dahulu menyatakan mundur usai anggota parlemen menyetujui mosi yang mengkritik pemerintah karena gagal mengevakuasi sejumlah warga dari Afghanistan. Kaag mengatakan dirinya bertanggung jawab.

“DPR menganggap pemerintah telah bertindak tidak bertanggung jawab. Dan meskipun saya mendukung komitmen kami, saya hanya dapat menerima konsekuensi dari keputusan ini sebagai menteri dengan tanggung jawab tertinggi,” kata Kaag dalam sebuah pernyataan kepada parlemen Belanda.

“Dalam pandangan saya tentang demokrasi dan budaya pemerintahan kita, seorang menteri harus pergi jika kebijakan itu tidak disetujui. Oleh karena itu, saya akan menyerahkan pengunduran diri saya sebagai menteri luar negeri kepada Yang Mulia raja,” tambahnya.

Kaag mengatakan dia akan tetap sebagai pemimpin partai kiri-tengah D66. Partai itu sedang dalam pembicaraan koalisi dengan Perdana Menteri Mark Rutte setelah memenangkan kursi terbanyak kedua dalam pemilihan pada bulan Maret.

Pengunduran diri Kaag dari Menlu Belanda ini terjadi sehari setelah Dominic Raab diturunkan dari posisinya sebagai menteri luar negeri Inggris karena cara dia menangani situasi di Afghanistan.

Menteri Pertahanan Belanda, Ank Bijleveld, menyusul Menlu Belanda Sigrid Kaag mengundurkan diri. Bijleveld juga menyerahkan jabatannya kepada raja usai dikritik soal penanganannya terhadap krisis evakuasi Afghanistan.Menhan Belanda Susul Undur Diri

Dilansir dari AFP, Jumat (17/9/2021), Bijleveld awalnya menolak untuk mundur tetapi akhirnya tunduk pada tekanan setelah parlemen secara resmi mengecamnya atas bencana yang menyebabkan puluhan penerjemah terdampar di Afghanistan.

“Saya memberi tahu partai dan Perdana Menteri saya bahwa saya akan meminta Raja untuk menerima pengunduran diri saya,” kata Bijleveld kepada wartawan di kementerian pertahanan, merujuk pada Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte.

“Saya tidak ingin menghalangi pekerjaan penting, ujarnya sambil menyatakan rekan-rekannya yang masih berusaha mengeluarkan orang dari Afghanistan.

Para menteri Belanda adalah beberapa pejabat Barat pertama yang mundur dan bertanggung jawab atas kekacauan antara pengambilalihan Kabul oleh Taliban pada 15 Agustus dan penarikan pasukan AS pada 31 Agustus.

Dampak pengunduran diri dua menteri ini pada sistem politik Belanda dapat dibatasi karena kabinet saat ini adalah pemerintahan sementara. Negara tersebut masih menunggu pembicaraan untuk menghasilkan pemerintahan koalisi baru 6 bulan setelah pemilihan.

Baca juga !