Tue. May 24th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Lanjutkan Ekspansi, Hermina (HEAL) Incar Pendapatan di Atas Rp 5 Triliun Tahun Ini

2 min read

 JAKARTA. PT Medikaloka Hermina Tbk melanjutkan strategi ekspansi pada tahun ini. Emiten bersandi HEAL di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini setidaknya bakal menambah tiga rumah sakit Hermina.

Pada Selasa (18/1) lalu, HEAL baru menggelar pembukaan operasional Rumah Sakit Hermina Cilegon. Rumah sakit umum tipe C dengan master plan empat lantai ini merupakan bagian dari ekspansi HEAL yang dilakukan pada tahun lalu.

Direktur HEAL Aristo Setiawidjaja mengungkapkan, sepanjang 2021 pihaknya membangun tiga rumah sakit baru yang bertempat di Ciledug, Cibitung, dan Cilegon. Sehingga saat ini HEAL memiliki 43 rumah sakit.

Sebagai langkah keberlanjutan usaha dalam jangka menengah, HEAL menargetkan penambahan rumah sakit baru di Ciawi dan Samarinda untuk tahun 2023 mendatang. Sedangkan untuk tahun ini, HEAL setidaknya akan menambah tiga rumah sakit yang berlokasi di Soreang (Bandung), Aceh dan Tasikmalaya.

Untuk memuluskan rencana ekspansi tersebut, HEAL telah menyiapkan belanja modal (capex). Pada tahun 2021 lalu, HEAL membelanjakan dana sekitar Rp 1,2 triliun. Sedangkan untuk periode 18 bulan ke depan, HEAL menyiapkan capex sekitar Rp 1,5 triliun.

Dari dana tersebut, sebanyak Rp 1 triliun akan dialokasikan sebagai capex di tahun ini. “Digunakan untuk membuka rumah sakit baru, penambahan bed di rumah sakit eksisting, dan penambahan peralatan medis,” ujar Aristo saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (20/1).

Strategi ekspansi ini diharapkan turut menopang keberlanjutan usaha. Aristo bilang, HEAL bakal terus bertumbuh secara organik dan mengembangkan jenis pelayanan. Terutama untuk perawatan yang berintensitas tinggi. “Contohnya dengan membangun cancer center di Hermina Bekasi,” sambungnya.

Adapun sepanjang tahun ini, HEAL menargetkan bisa memperoleh pendapatan di atas Rp 5 triliun. Namun, Aristo pun belum membuka mengenai kinerja yang diraih HEAL sepanjang 2021.

Yang terang, merujuk pada laporan keuangan per Q3-2021, HEAL berhasil mencetak pertumbuhan signifikan baik dari sisi top line maupun bottom line. HEAL mencetak kenaikan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 195,19% secara year on year (yoy) menjadi Rp 773,14 miliar.

Pertumbuhan laba bersih ini tidak terlepas dari kenaikan pendapatan bersih HEAL yang cukup signifikan. Hingga kuartal III 2021, realisasi pendapatan mencapai Rp 4,62 triliun atau naik 60,50% yoy.

Pendapatan dari wilayah Jawa masih menopang hingga Rp 4,05 triliun. Setelahnya disusul wilayah Sumatra yang mendominasi Rp 412,42 miliar, serta wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang dibukukan Rp 274,12 miliar.

Mencermati ekspansi HEAL, analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei melihat rencana untuk menambah tiga rumah sakit tergolong agresif jika dibandingkan beberapa perusahaan lain yang rata-rata menambah dua rumah sakit. Ekspansi ini diyakini bakal mendorong kinerja HEAL.

Jono memperkirakan HEAL juga akan kembali ke bisnis dasarnya sebagai rumah sakit umum dengan harga terjangkau. “Tetapi, kami memperkirakan pertumbuhan dan margin di tahun 2022 tidak sebesar tahun 2021 lalu, yang terdongkrak dari kontribusi pasien Covid,” katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (20/1).

Jono merekomendasikan buy untuk saham HEAL dengan target harga di 1.320. Adapun melihat data perdagangan BEI via RTI Business, saham HEAL ditutup menguat 5 poin atau naik 0,44% ke 1.130 pada perdagangan Kamis (20/1).

Baca juga !