Sun. Dec 4th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Lawan Dominasi Barat, China Siap Bentuk Tatanan Global Baru dengan Rusia

2 min read

China mengaku bersedia untuk membentuk tatanan global baru ke arah yang lebih adil dan rasional bersama sekutu dekatnya, Rusia. Pemimpin kedua negara itu juga dikabarkan akan bertemu pada pekan ini.

Pernyataan tersebut diungkap oleh Kepala Urusan Luar Negeri dari Partai Komunis Tiongkok, Yang Jiechi, kepada Duta Besar Rusia untuk China Andrey Denisov pada Senin (12/9).

“Di bawah bimbingan strategis Presiden Xi Jinping dan Presiden (Vladimir) Putin, hubungan antara kedua negara selalu bergerak maju di jalur yang benar,” seperti dikutip dari AFP.

Hubungan antara kedua negara yang dulu sempat bersaing dalam pengaruh global itu tampak semakin hangat dalam beberapa tahun terakhir.

Pertemuan Bilateral China dan Rusia. Foto: REUTERS/Wu Hong/Pool

Moskow dan Beijing bahkan sepakat untuk menjalin kerja sama tanpa batas pada tahun ini sebagai penyeimbang terhadap dominasi global Amerika Serikat.

Mengutip dari hasil transkrip yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri China, dalam pertemuan bilateral itu Yang mengatakan Beijing bersedia meningkatkan kerja sama strategis bersama Negeri Beruang Merah.

Pihaknya juga bertujuan untuk menjaga kepentingan bersama kedua belah pihak, serta mempromosikan pengembangan tatanan internasional ke arah yang lebih adil dan rasional.

Sebagai tanggapannya, Denisov memuji dampak yang positif dan bermanfaat dari hasil hubungan bilateral antara Beijing dan Moskow.

Pertemuan Perdana Tatap Muka Xi dan Putin Sejak Serangan di Ukraina Dimulai

Sejak mengerahkan pasukannya ke Ukraina pada Februari lalu dan disanksi besar-besaran oleh Barat, Rusia telah mengubah haluannya ke wilayah Asia, terutama China.

Di sisi lain, hubungan antara China dengan Barat juga tengah bersitegang akibat kunjungan politikus AS ke Taiwan, wilayah yang diklaim Beijing sebagai bagian dari kedaulatannya.

Selama ini, Beijing menjadi salah satu negara di dunia yang berhasil mempertahankan netralitasnya dalam menyikapi operasi militer Rusia di Ukraina.

Vladimir Putin dan Xi Jinping. Foto: REUTERS/Wu Hong/Pool

Putin dan Xi akan bertemu di Uzbekistan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai. Ini merupakan pertemuan tatap mata perdana bagi kedua pemimpin sejak serangan Rusia di Ukraina dimulai.

“Dalam waktu kurang dari 10 hari, para pemimpin kita akan bertemu di KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Samarkand,” kata Denisov pada Rabu (7/9).

Diberitakan TASS, Denisov membocorkan bahwa Xi dan Putin memiliki beragam agenda untuk dibicarakan, baik masalah bilateral maupun internasional.

Sebelum pertemuan itu, pada pekan lalu legislator tertinggi Beijing Li Zhanshu menjadi politisi Partai Komunis berpangkat tertinggi yang melakukan perjalanan ke Rusia sejak invasi berlangsung di Ukraina.

Li dalam kunjungannya menyebut rasa senangnya bahwa tingkat kepercayaan dan kerja sama antara Moskow dan Beijing seperti saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga !