Mon. Jan 30th, 2023

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Makna Doa SBY di Dunia Maya

3 min read

Jakarta –

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berdoa di internet, wahana teknologi informasi yang sering disebut sebagai dunia maya. Ada makna di balik doa SBY.

Doa disampaikan Ketua Umm Partai Demokrat sekaligus Presiden ke-6 RI itu lewat akun Twitter-nya yang bercentang biru seperti dilihat, Rabu (28/7). SBY menekankan mengenai pentingnya berdoa selain terus berikhtiar. Dia meminta Tuhan membimbing pemerintahan dan masyarkat Indonesia dalam menghadapi pagebluk virus Corona.

“Tuhan, seraya gigih berikhtiar, kami tetap memohon kemurahan hati-Mu. Selamatkan negeri kami dan kami semua. Bimbinglah pemerintah kami dan juga kami masyarakat Indonesia agar dapat mengatasi pandemi besar ini. Amin,” tulis SBY.

Seorang politikus dari Partai Kakbah meminta agar doa SBY tidak dimaknai politis. Entah kenapa dia meminta doa SBY tidak dimaknai politis, namun secara umum istilah politis (adjektif) yang dipahami politikus sering punya makna yang buruk sehingga terkesan perlu dihindari.

Disarikan dari KBBI V, politik adalah urusan mengenai ketatanegaraan, pemerintahan, hingga penanganan kebijakan yang menyangkut kepentingan orang banyak. Entah bagaimana istilah politik menjadi punya konotasi yang buruk sehingga patut dihindari. Namun yang jelas, beginilah tanggapan politikus PPP.

“Sebagai bentuk imbauan, harus dimaknai positif,” katanya.”PPP melihat doa tersebut untuk bertawakal kepada Allah SWT. Karena kewajiban manusia berikhtiar, selebihnya tawakal kepada Yang Mahakuasa. Mudah-mudahan doanya tidak dimaknai politis,” kata Sekretaris Fraksi PPP DPR, Achmad Baidowi (Awiek).

Makna positif juga diberikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman. “Itu bentuk kepedulian beliau atas musibah pandemi ini. Substansi pesan beliau juga bagus, yakni memohon pertolongan Tuhan seraya mendorong kerja sama antara masyarakat dan pemerintah,” kata Habiburokhman.

Apresiasi juga datang dari PAN. Ketua DPP PAN Saleh Daulay mengatakan cuitan itu tidak perlu dimaknai macam-macam.

“Saya hakulyakin bahwa doa itu dipanjatkan dengan sungguh-sungguh. Tidak perlu ditafsirkan macam-macam. Sebagai orang beriman, doa adalah salah satu sumber inspirasi dan kekuatan,” ujarnya.

Giliran orang partainya SBY berbicara. Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan mengungkap maksud doa SBY di dunia maya.

“Banyak caranya sesuai tupoksi dan talenta semua anak bangsa. Termasuk cuitan Pak SBY dalam bentuk doa dan harapan. Ia menyampaikannya sebagai orang tua yang punya tanggung jawab yang sama, bahu-membahu memikul beban bersama melawan COVID-19 menyelamatkan anak bangsa memberi penguatan pada pemegang amanah memerintah masyarakat Indonesia,” kata Hinca kepada wartawan.

Hinca meminta agar doa SBY itu tidak dipandang negatif oleh masyarakat. Dia lantas meminta semua pihak tidak memperkeruh suasana.

“Saya juga berharap agar para pendengung atau buzzer menghentikan praktik kotor yang hanya memperkeruh. Tidak ada tempat yang tepat bagi spesies seperti kalian. Lakukan sesuatu yang lebih bermanfaat, kabari kami soal distribusi vaksin, distribusi bansos. Semua yang bisa memberikan pengharapan dengan basis iman dan kasih. Mari bahu-membahu melawan COVID-19. Kita pikul bersama. Saling pikul untuk memukul COVID,” ujarnya.

Ternyata tidak ada yang menilai negatif doa SBY. Jadi apa yang kontroversial dari isu ini? Siapa bilang ada yang kontroversial dari doa SBY?

Andy Noya sebagai tuan rumah acara itu mengungkit status SBY sebagai junior Luhut di militer. Luhut kemudian ditanya etika junior mengkritik senior. Luhut mengaku menghormati sikap SBY karena status sebagai presiden ke-6 RI.Doa SBY dicuitkan di Twitter hampir berbarengan dengan momen ramainya pembahasan pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan. Pernyataan Luhut yang ramai diperbincangkan itu disampaikannya di acara Kick Andy Double Check.

“Saya nggak keberatan. Saya bilang sama Pak Bambang, ya oke-oke ajalah, hak-hak beliaulah. Tapi semua hanya titip saja pada pemimpin-pemimpin yang sudah selesai eranya, lebih bagus seperti Pak Habibie-lah, semua duduk manis, datang sekali mengkritik,” ujar Luhut.

Baca juga !