Wed. Dec 7th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Mendag Temui Petani Sawit, Janji Dorong Ekspor CPO agar Harga TBS Terangkat

2 min read

Jakarta – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menemui petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Lampung di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Dalam pertemuan itu, Zulkifli mendapat keluhan dari petani tentang rendahnya harga tandan buah segar (TBS) meski pemerintah sudah meminta pelaku usaha membeli sawit dengan harga minimal Rp1.600 per kilogram.

“Untuk mengatasi permasalahan yang ada, Kemendag terus mendorong ekspor CPO agar tangki-tangki CPO kembali kosong dan TBS petani dapat diserap kembali. Kami ingin hasil dari sawit ini dirasakan betul manfaatnya, baik oleh petani, pengusaha, dan konsumen,” kata Zulkifli dalam keterangan tertulis seperti dikutip pada Ahad, 10 Juli 2022.

Pertemuan antara Menteri Perdagangan dan petani berlangsung pada Sabtu, 9 Juli 2022. Zulkifli berujar, setelah bersamuh dan berdiskusi dengan para petani sawit di Lampung, ia mendapatkan gambaran mengenai penyebab anjloknya harga TBS.

Harga TBS, menurut dia, ambles karena penuhnya tangki crude palm oil (CPO) sehingga kegiatan ekspor perlu didorong supaya sawit petani terserap. Zulkifli menuturkan berbagai program sejatinya telah dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng agar harga TBS sawit terdongkrak.

Selain meminta pengusaha membeli TBS dengan harga minimal, pemerintah menaikan kuota ekspor menjadi 1:7. Ia menyebutkan peningkatan kuota ekspor diputuskan dalam rapat bersama lintas-kementerian.

“Kita lakukan percepatan agar (ekspor) lancar lagi. Tadi hasil rapat Menko, kuota 1:5 jadi 1:7,” ujar Zulkifli di kantor Kementerian Perdagangan pada Senin, 4 Juli 2022.

Sejalan dengan aturan itu, perusahaan wajib memasok minyak goreng untuk kebutuhan domestik 30 persen dari hasil produksi. Jika kewajiban sudah dipenuhi, perusahaan memiliki hak untuk mengekspor CPO sebanyak tujuh kali lipatnya dari jumlah pasokan domestik.

Menurut Zulkifli, hal yang masih menjadi kendala dalam proses ekspor adalah ketersediaan kapal pengangkut TBS untuk ekspor. Banyak kapal yang terlanjur bekerja sama dengan industri komoditas lain saat keran ekspor ditutup sehingga pelaku ekspor sawit antre hingga berebut kapal.

“Izin ekspor itu sudah banyak terealisasi, hampir separuh. Tapi kapalnya begutu jadi daya serapnya lambat. Tangkinya penuh, korbannya ya petani sawit. TBS jadi murah hanya Rp 1.000 dan Rp 1.200,” tuturnya.

Adapun Ketua DPW Apkasindo Provinsi Lampung Abdul Simanjuntak menyampaikan para petani sawit mengharapkan solusi pemerintah untuk membantu menaikkan harga TBS. “Kami mengharapkan Menteri Perdagangan dapat membantu memperbaiki harga TBS untuk menopang kesejahteraan petani,” kata Abdul.

Baca juga !