Fri. Sep 30th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Menlu Prancis Sebut Taliban Tukang Bohong, Ogah Jalin Hubungan

2 min read

Paris –

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, menyebut Taliban melakukan kebohongan soal sejumlah hal. Le Drian memastikan negaranya tidak akan memiliki hubungan apa pun dengan pemerintah Taliban yang baru saja dibentuk tersebut.

“Mereka mengatakan akan membiarkan beberapa orang asing dan warga Afghanistan pergi dengan bebas dan (berbicara) tentang pemerintahan yang inklusif dan representatif, tetapi mereka berbohong,” kata Le Drian kepada televisi nasional, France 5 TV, seperti dilansir Reuters, Minggu (12/9/2021).

Penegasan Le Drian disampaikan di sela-sela keberangkatannya menuju Qatar pada Sabtu (11/9) waktu setempat. Rencananya pada hari ini (12/9) pihaknya akan melangsungkan pembicaraan terkait rencana evakuasi dari Afghanistan.

“Prancis menolak untuk mengakui atau memiliki hubungan apa pun dengan pemerintah ini. Kami menginginkan tindakan dari Taliban dan mereka akan membutuhkan relasi Internasional agar perekonomian dapat berjalan. Jadi terserah mereka.” imbuh Le Drian

Hingga saat ini, Prancis telah mengevakuasi sekitar 3.000 orang dan telah mengadakan pembicaraan teknis dengan Taliban dalam upaya evakuasi dari Afghanistan. Meski begitu, menurut Le Drian masih ada warga negara Prancis dan beberapa ratus warga Afghanistan yang memiliki hubungan dengan Prancis yang masih berada di Afghanistan.

Diketahui Taliban baru saja mengumumkan pembentukan pemerintahan sementara untuk Afghanistan pada Selasa (7/9) lalu, Sebelumnya, kelompok yang mengambil alih kekuasaan pada 15 Agustus lalu tersebut menyuarakan akan membentuk pemerintahan yang inklusif dan mewakili setiap etnis di negara tersebut.

Janji Taliban tampaknya tidak terwujud pada susunan pemerintahan baru Afghanistan. Mulai dari posisi yang diisi para tokoh kunci Taliban dan jaringan Haqqani hingga tidak ada satu nama perempuan pun yang ditunjuk Taliban untuk mengisi jabatan di pemerintahan barunya.

Pemerintahan akan dipimpin oleh Perdana Menteri Mullah Mohammad Hassan Akhund, salah satu pendiri Taliban, yang berada dalam daftar hitam Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Menanggapi kritik, Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan struktur pemerintah baru ini masih bersifat sementara.

Baca juga !