Mon. Dec 6th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

MotoGP San Marino: Quartararo Buru Kemenangan Perdana di Kelas Para Raja

2 min read

 Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo mengincar kemenangan perdananya di kelas MotoGP pada seri balapan MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Minggu (15/9/2019).

Pebalap rookie itu tampil apik sejak naik ke kelas para raja tahun ini.

Dari 12 balapan terakhir MotoGP 2019, Quartararo tiga kali naik podium dengan capaian terbaik menjadi runner-up di MotoGP Catalunya, Juni lalu.

Torehan apik Quartararo membuat Team Principal Petronas Yamaha SRT, Razlan Razali optimis timnya bisa mencetak sejarah di Sirkuit Misano nanti.

Sebagaimana diketahui, sejak era 4-tak pada 2002, seorang pebalap dari tim satelit Yamaha belum pernah sekalipun mampu merengkuh podium juara di ajang MotoGP.

Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, merayakan keberhasilannya finis kedua di MotoGP Catalunya di Sirkuit Montmelo, Minggu (16/6/2019). [AFP/Tobias Schwarz]
Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, merayakan keberhasilannya finis kedua di MotoGP Catalunya di Sirkuit Montmelo, Minggu (16/6/2019). [AFP/Tobias Schwarz]

“Di jalur cepat seperti Brno, Spielberg atau Silverstone, kami tidak memiliki peluang nyata untuk menang dengan (spesifikasi motor tim satelit) Yamaha,” ujar Razlan dilansir dari Tuttomotoriweb, Kamis (5/9/2019).

“Tapi di jalur yang lebih lambat dan berliku seperti Misano, kami mungkin akan berhasil (meraih podium juara),” sambungnya.

Seperti diketahui, Fabio Quartararo mampu bersaing dengan para rider papan atas, meski secara spesifikasi motor lebih rendah dari rider pabrikan Yamaha, Maverick Vinales dan Valentino Rossi.

Rider Prancis itu masih menggunakan spesifikasi motor Yamaha YZR-M1 tahun lalu.

Duet pebalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli (kiri) dan Fabio Quartararo. [AFP/Jorge Guerrero]
Duet pebalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli (kiri) dan Fabio Quartararo. [AFP/Jorge Guerrero]

Hal itu pulalah yang membuat Razlan realistis terkait peluang dua ridernya—Quartararo dan Franco Morbidelli—bersaing memperebutkan posisi terbaik hingga akhir musim.

“Kami tentu tidak berharap berada dalam posisi fantastis setelah 12 seri balapan di balapan musim pertama kami,” pungkasnya.

Baca juga !