Fri. Oct 7th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Ogah Kerja Kantoran, Pria Ini Jualan Es Teh Beromzet Ratusan Juta

3 min read

Jakarta –

Lulusan sarjana bekerja di perusahaan besar dengan gaji tinggi mungkin menjadi impian banyak orang. Tetapi hal itu tidak berlaku bagi Haidhar Wurjanto, yang lulus kuliah langsung jadi pebisnis.

Haidhar sudah mulai bisnis saat menginjak bangku SMA, mulai dari berjualan pulsa, aksesoris BlackBerry (BB), hingga masakan Jepang, dan nasi goreng gerobak telah dijalaninya sampai lulus kuliah.

“Mulai berbisnis dari 2007 itu jualan pulsa ya ala-ala SMA lah, terus ambil best opportunity pas umur 18 tahun jualan masakan Jepang, jualan crepes, jualan nasi goreng gerobak jadi tiap tahun belajar-belajar terus bisnis tapi nggak semuanya mulus,” katanya kepada detikcom, Senin (31/5/2021).

Walau bisnis itu gagal dan tak berlangsung lama, Haidhar tidak pantang menyerah dan terus mencari ide usaha lainnya. Terbukti kini dirinya memegang beberapa kerajaan bisnis yang bergerak di sektor makanan dan minuman seperti Momo Milk, Foresthree, Raindear Coffee, Cakekinian, dan Es Teh Indonesia.

Peluang Usaha ES TehHaidhar Wurjanto Foto: Dok. Es Teh

“Kita ngerasa es teh ini sangat potensial sekali di mana konsumsi teh kan paling banyak nomor dua selain air putih. Kita melihat kayaknya ada peluang nih apalagi by data menunjukkan bahwa, rata-rata itu top 5 yang dipesan pasti es teh, jadi kita mau fokusin ke sana,” tuturnya.Di tengah pandemi, bisnis yang tetap berkembang pesat adalah Es Teh Indonesia. Ide bisnis bermula karena dirinya merasa minuman itu paling diminati masyarakat setelah air putih.

Peluang Usaha ES TehPeluang Usaha ES Teh Foto: Dok. Es Teh

Saat itu pada 2018 modalnya untuk membuka Es Teh Indonesia sebesar Rp 8 juta untuk membeli perlengkapan dan booth sederhana di pameran. Setelah merasa banyak diminati, Haidhar memutuskan untuk membuka gerai di Blok M Square.

“Kurang lebih Rp 8 juta jadi benar-benar minim sekali. Kita ikut pameran dulu, terus kayaknya bagus nih penjualannya baru kita berani untuk buka outlet pertama di Blok M Square,” tuturnya.

Es Teh Indonesia pun semakin menunjukkan perkembangannya. Penghasilannya dari bisnis itu semakin meningkat hingga pernah mencapai Rp 150 juta/bulan. Atas pertimbangan itu, Haidhar memutuskan membuka cabang dan membangun kemitraan.

“Awalnya sehari itu masih ratusan ribu omzetnya. Cuma yang besar itu pas kita buka di Bogor besar sekali sehari kita bisa jual 300-400 cup, bisa dapat Rp 4-5 juta. Jadi sebulan sekitar Rp 100-150 juta,” jelasnya.

Hingga kini sudah ada 250 cabang Es Teh Indonesia. Sejak pandemi COVID-19 bisnis ini menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak punya pekerjaan, terlihat dari banyaknya yang bergabung membuka franchise ini.

“Target kita menuju 500 cabang tahun ini karena kita sebagai solusi bagi mitra yang memang cari sumber penghasilan. Kan banyak yang dihentikan atau dirumahkan oleh perusahaannya, tapi bingung mau usaha apa. Banyak juga franchise kami, mitra kami yang sebelumnya kerja terus di-lay off sama company-nya akhirnya buka es teh,” bebernya.

Tak heran jika bisnis Es Teh Indonesia tetap cuan di tengah pandemi COVID-19, pasalnya harga yang ditawarkan cukup ramah di kantong masyarakat. Mulai dari Rp 6.000 untuk thai tea ukuran medium, Rp 8.500 untuk es teh original, hingga paling mahal Rp 24.000 untuk milk tea cheese.

Bapak dua anak itu pun membeberkan tips bagaimana cara membesarkan bisnis hingga seperti sekarang. Menurutnya yang terpenting adalah atur strategi bisnisnya mau seperti apa, dan konsisten membawakan bisnis tersebut kepada pelanggan.

“Coba cari yang paling cocok buat jenis bisnisnya. Nggak semua tuh harus jadi banyak cabangnya, enggak. Tapi bagaimana kita bisa deliver visi dan janji kita. Jadi kalau mau besar, mau tumbuh, tetap jaga experience dan tepat pada visi misi yang dari awal perusahaan bangun,” bebernya.

Dalam menjalankan bisnis es teh ini bukan berarti berjalan mulus-mulus saja. Saat bisnis semakin besar, Haidhar mengakui kendala yang dihadapi yakni mencari sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan menyatukan orang tersebut.

“Semakin besar kita, semakin besar juga tantangan kita. Artinya semakin besar yang kita rekrut, semakin banyak juga kita harus menyatukan visi yang baik karena setiap orang beda-beda. Tapi itu yang saya pelajari, jadi bagaimana cara kita menyatu dan jadi satu tim yang benar-benar kompak dan gesit, nggak ketinggalan inovasi dan kreatifnya,” jelasnya.

Buat yang tertarik ingin mencoba Es Teh Indonesia atau mau franchise, langsung saja datang ke lokasi gerai terdekat atau bisa lewat akun Instagram @esteh.indonesia.

Baca juga !

2 min read