Wed. Dec 7th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Pakar Nilai Demokrat Patut Khawatir Lawan Yusril soal AD/ART

1 min read

Jakarta – Pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra digandeng sejumlah mantan kader Partai Demokrat untuk menggugat AD/ART Partai Demokrat. Rencana gugatan itu pun ternyata diserang oleh beberapa kader Demokrat sehingga berujung pada perseteruan.
Direktur Parameter Politik, Adi Prayitno menjelaskan kader Partai Demokrat memberikan reaksi terhadap Yusril lantaran Yusril nampak di mata Demokrat sebagai orang yang tidak tahu terima kasih. Di sisi lain, Yusril juga dikenal tak pernah kalah dalam berperkara.

“Ini buntut Yusril jadi pengacara eks kader Demokrat yang mengguggat keabsahan AD/ART 2020. Yusril diserang balik kader Demokrat karena dinilai tak tahu terima kasih karena PD telah dukung anaknya di Pilkada. Jadi efeknya kemana-mana, saling mengungkit jasa. Demokrat pantas panik dengan nyerang Yusril karena pengacara kondang ini nyaris tak pernah kalah berperkara,” kata Adi saat dihubungi, Sabtu (25/9/2021).

Dia menyebut Yusril akhirnya bereaksi dengan menyebut Susilo Bambang Yudhoyono tak mungkin bisa menjadi Presiden pada 2004 tanpa dirinya. Adi menilai statement tersebut tidak sepenuhnya salah.

“Saat itu SBY mesti melawan nama-nama besar seperti Megawati, Wiranto, dan Amien Rais. Signifikansi dukungan PBB Yusril tentu dalam hal menggenapi ambang batas Presiden yang mencapai 3 persen saat itu. Selebihnya dalam pemilihan langsung sosok SBY yang lebih dominan menjual,” ucap Dosen Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah ini.

“Pernyataan Yusril ada benarnya. SBY mungkin bisa gagal maju tanpa dukungan PBB untuk memenuhi ambang batas Presiden. Tapi setelah itu murni karena pesona SBY yang dipilih rakyat, bukan karena partai pengusung,” lanjutnya.

Baca juga !