Sat. Jan 28th, 2023

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Paman Sam Ogah Jadi Kambing Hitam Kudeta Gagal Turki

2 min read

Jakarta –

Tuduhan Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu terhadap Amerika Serikat soal dalang di balik gagalnya kudeta 2016 menjadi perbincangan hangat. Terlebih tuduhan dilontarkan saat Turki sedang berupaya meningkatkan hubungan dengan AS yang merupakan sekutunya di NATO.

Pada Kamis (4/2) waktu setempat, dalam wawancara dengan surat kabar lokal Hurriyet, Soylu menyebut AS mengatur upaya kudeta, sementara jaringan Gulen yang melaksanakannya.

“Eropa sangat antusias tentang hal itu,” ujar Soylu, menegaskan kembali pandangannya sejak upaya kudeta digagalkan, seperti dilansir Reuters, Jumat (5/2/2021).

“Jelas sekali bahwa Amerika Serikat berada di balik insiden 15 Juli (upaya kudeta-red). FETO-lah yang melaksanakannya atas perintah mereka,” ujar Soylu melontarkan tuduhannya.

Turki sejak lama menyalahkan ulama Fethullah Gulen, mantan sekutu Erdogan yang mengasingkan diri ke Pennsylvania, AS. Otoritas Turki juga melakukan operasi penindakan besar-besaran terhadap jaringan yang disebut terkait Gulen, yang dikenal dengan sebutan FETO. Gulen telah membantah terlibat upaya kudeta.

Tuduhan Soylu ini dilontarkan saat Turki tengah berupaya memperbaiki hubungan yang memburuk dengan AS, setelah tahun lalu AS menjatuhkan sanksi terhadap Turki terkait pembelian sistem pertahanan udara Rusia.

Otoritas Amerika Serikat (AS) menanggapi tuduhan Soylu. AS menegaskan tuduhan itu ‘sepenuhnya salah’.

“Amerika Serikat tidak terlibat dalam upaya kudeta tahun 2016 di Turki dan dengan segera mengecamnya,” tegas Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya.

“Penegasan baru-baru ini yang bertolak belakang, yang disampaikan pejabat senior Turki adalah sepenuhnya salah,” sebut pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

“Klaim tidak berdasar dan tidak bertanggung jawab soal AS bertanggung jawab atas peristiwa di Turki tidak konsisten dengan status Turki sebagai sekutu NATO dan mitra strategis Amerika Serikat,” imbuh pernyataan itu.

Diketahui juga bahwa AS berulang kali menolak permintaan otoritas Turki soal ekstradisi Gulen, dengan menyebut kurangnya bukti yang kredibel dari Turki.Total ada lebih dari 250 orang yang tewas dalam upaya menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan pemerintahannya pada 15 Juli 2016, saat tentara-tentara yang membangkang menguasai pesawat tempur, helikopter militer dan tank untuk merebut institusi negara.

Baca juga !