Fri. Dec 9th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

PAN Nilai Bantuan Luar Akan Sia-sia Bila Warga Tak Disiplin Prokes

2 min read

Jakarta –

Pemerintah tak menutup kemungkinan meminta bantuan pihak luar bila kasus Corona atau COVID-19 di Indonesia mencapai 50 ribu per hari. PAN menilai bantuan dari luar akan percuma bila warga tak disiplin mematuhi protokol kesehatan mencegah Corona.

“Kalau ada bantuan asing dalam bentuk vaksin, tapi kita tidak disiplin kita tidak menerapkan protokol kesehatan masih abai dengan rambu-rambu yang diberlakukan oleh WHO ya sama saja itu tidak akan menghasilkan apa-apa,” ujar Ketua DPP PAN, Saleh P Daulay, saat dihubungi, Selasa (6/7/2021) malam.

Saleh mengatakan penanganan COVID-19 berkaitan erat dengan disiplin warga dan ketegasan pemerintah. Dia juga mengatakan bantuan dari pihak luar hanya dapat berupa obat dan vaksin Corona.

“Penanganan COVID ini lebih erat kaitannya dengan internal negara kita, di mana ada aspek ketaatan, kedisiplinan dan ketaatan warga negara pada aturan yang diberlakukan itu sangat penting dan berpengaruh dalam rangka memutus mata rantai. Ditambah sikap tegas dan ketat dari pemerintah ini berpengaruh karena itu keberhasilan penanganan COVID ini ya kita sendiri,” kata Saleh.

“Kalaupun ada bantuan ya itu tadi dalam bentuk obat dan vaksin. Kalau untuk menerapkan protokol kesehatan negara lain nggak bisa ikut campur, itu kan negara kita sanggup nggak kita menerapkan protokol kesehatan dengan baik, itu diserahkan pada masing-masing kita,” sambungnya.

Saleh meminta pemerintah memikirkan baik-baik sebelum meminta bantuan luar dalam mengatasi Corona. Dia mengatakan hal ini penting karena kesulitan dalam menangani pandemi COVID-19 tidak hanya terjadi di Indonesia.

“Andai kata pemerintah memang berniat meminta bantuan katakanlah pada pihak lain dalam hal ini saya tidak tau pihak mana yang dimaksud, apakah negara lain atau lembaga lain. Pemerintah harus memikirkan apa saja yang harus dimintatolongkan ke negara lain, kenapa, karena dalam situasi COVID yang darurat ini negara lain juga mengalami hal yang sama seperti kita, mempunyai tantangan yang sama dengan kita,” tuturnya.

Dia juga menyoroti soal PPKM darurat yang sudah berlaku 4 hari. Menurutnya, belum ada hasil signifikan dari PPKM darurat.

“Skenario utama yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah memutus mata rantai virus COVID ini secepatnya, yaitu dengan melakukan segala cara termasuk sekarang ini PPKM Darurat. Kelihatannya dalam dipraktikkan 4 hari belakangan ini, PPKM darurat belum menunjukkan hasil yang signifikan, karena orang yang terpapar COVID masih naik jumlahnya, itu tentu sangat mengkhawatirkan kita semua,” ujar Saleh.

Baca juga !