Thu. Oct 6th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Pangkalan Udara Krimea Meledak, Orang-orang Rusia Panik Melarikan Diri

2 min read

 Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan orang-orang Rusia melarikan diri dari Krimea menyusul terjadinya ledakan di pangkalan udara militer di wilayah yang direbut Moskow dari Ukraina itu pada 2014 dan berdampak hingga ke resor wisata di kawasan Laut Hitam itu.

Asap hitam terlihat membubung tinggi dari pangkalan udara Saki yang terletak di sebelah barat semenanjung setelah serangan pada Selasa, 9 Agustus 2022, yang menurut kepala Krimea Sergei Aksyonov telah menyebabkan satu orang tewas dan 14 lainnya luka-luka.

Ledakan itu memicu eksodus dari daerah yang telah menjadi resor liburan populer selama bertahun-tahun dengan video yang menunjukkan orang-orang mengemudi di atas Jembatan Kerch yang menghubungkan Krimea dengan wilayah Rusia Krasnodar.

Dalam satu video, seorang wanita mengungkapkan rasa terima kasih bahwa mobilnya setidaknya bergerak dalam kemacetan lalu lintas meskipun dia menangis meratapi harus meninggalkan Krimea.

“Operasi khusus. Semuanya berjalan sesuai rencana. Rusia melarikan diri dari Krimea, ada kemacetan lalu lintas yang parah di jalan-jalan,” tulis pengguna Twitter Letnan Kizhe pada klip itu, yang pada Kamis pagi, 11 Agustus 2022, telah dilihat lebih dari setengah juta kali.

Outlet berita Live Kuban menggambarkan bagaimana warga Krasnodar dirazia dan mobil-mobil alami kemacetan lalu lintas yang luar biasa.

Melansir dari Newsweek, Jumat, 12 Agustus 2022, seorang pengemudi mengatakan dia telah terjebak selama hampir setengah jam sebelum melewati jembatan.

“Kemacetan lalu lintas menuju Jembatan Selat Kerch yang menghubungkan Krimea dengan Rusia sekarang mencapai puluhan kilometer. Turis Rusia juga melarikan diri untuk menyelamtkan diri.”

Meskipun diakui secara internasional sebagai Ukraina, pantai dan resor Laut Hitam Krimea tetap menjadi daerah liburan utama bagi Rusia sejak Moskow mencaploknya pada tahun 2014.

Serangan di pangkalan udara kemungkinan akan berdampak pada industri pariwisata yang sampai sekarang dianggap aman dari serangan udara. Ksenia Korkina, seorang pengunjung Rusia ke Krimea yang menyaksikan ledakan itu, mengatakan ada sekitar 15 ledakan yang berlangsung hingga 40 menit.

Dia menambahkan bahwa banyak wisatawan yang mencoba mencari perlindungan. Beberapa orang bersembunyi di balik pepohonan, anak-anak menangis, dan orang-orang berusaha untuk tetap bersatu.

Sementara itu, Kiev belum secara terbuka mengklaim berada di balik serangan itu namun seorang pejabat militer Ukraina yang tidak disebutkan namanya dituduh sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Selain Kiev yang menolak untuk bertanggung jawab, Kementerian pertahanan Rusia juga mengatakan ledakan itu diakibatkan oleh kecelakaan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang merujuk pada ledakan itu dalam pidato malamnya mengatakan bahwa hari itu penjajah kehilangan 10 pesawat tempur, 9 di antaranya di Krimea dan satu lagi di Zaporizhzhya.

Gambar satelit menunjukkan bahwa setidaknya delapan pesawat tempur Rusia telah rusak atau hancur dalam serangan itu, meskipun Rusia mengklaim bahwa tidak ada yang terpengaruh dari ledakan tersebut.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Ukraina mengunggah gambar asap membubung di atas Desa Novofedorivka.

Baca juga !