Sun. Nov 27th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Pejabat Amerika Serikat Sebut Cina Belum Kirim Bantuan ke Rusia

2 min read

Jakarta – Pejabat senior di Amerika Serikat mengungkap Beijing sejauh ini belum terdeteksi mengulurkan bantuan, baik berupa militer maupun ekonomi kepada Rusia. Hal ini merupakan kabar bagus bagi Negeri Abang Sam di tengah ketegangan hubungan Amerika Serikat dengan Cina.

Sejumlah sumber di Pemerintah Amerika Serikat mengatakan pada Reuters dalam beberapa hari terakhir mereka tetap waspada terhadap dukungan Cina ke Rusia yang selama ini saling support secara umum. Namun bantuan di bidang ekonomi dan militer, yang dicemaskan Amerika Serikat belum diberikan, setidaknya sampai sekarang. Kelegaan datang pada saat-saat penting.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mempersiapkan lawatan kerja ke Asia pada bulan ini, dengan fokus bagaimana menghadapi kebangkitan Cina. Pemerintahan Biden akan segera mempublikasi strategi keamanan nasional pertamanya terkait kebangkitan Cina sebagai sebuah kekuatan besar.

“Kami belum melihat Cina memberikan dukungan militer secara langsung terkait invasi Rusia ke Ukraina atau membangun upaya sistematik guna membantu Rusia menghindari sanksi-sanksi kami,” kata seorang sumber di Pemerintahan Biden. “Kami terus memantau Cina dan negara-negara lainnya yang mungkin memberikan dukungan ke Rusia atau menolong negara itu menghindari sanksi-sanksi dari Amerika Serikat dan mitra-mitranya.”

Selain terang-terangan tidak memberikan dukungan langsung dalam invasi Rusia ke Ukraina, Cina juga menghindari kontak antara BUMN-nya di sektor minyak dengan Rusia kendati ada diskon besar-besaran. Sebelumnya pada Maret 2022, BUMN milik Cina Sinopec Group menghentikan pembicaraan soal investasi bidang petrochemical dan sebuah marketing venture gas di Rusia.

Adapun pada bulan lalu, utusan Amerika Serikat untuk PBB memuji Cina karena memilih absen dalam pemungutan suara yang dilakukan PBB untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina. Sikap Cina itu dipandang sebagai sebuah kemenanangan dengan menggaris bawahi bagaimana Beijing menyeimbangkan tindakan ke Rusia dan ke Barat, di mana ini adalah yang bagus bagi Washington.

Rusia dan ukraina adalah wilayah penghasil biji-bijian, yang merupakan salah satu lumbung pangan terbesar di dunia. Kedua negara itu menyumbang ekspor dunia pada sejumlah komoditas seperti gandum, minyak goreng, dan jagung.

Arus ekspor telah terkena dampak invasi Rusia dan sanksi internasional telah menyebarkan waswas akan terjadinya krisis kelaparan global, khususnya di area Timur Tengah dan Afrika, yang dampaknya sudah terasa

Baca juga !