Fri. Dec 9th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Pengakuan Lovren: Pernah Sikut Ramos Gara-gara Bikin Salah Cedera

2 min read

St. Petersburg –

Sergio Ramos membuat Mohamed Salah cedera di final Liga Champions 2017/2018Dejan Lovren, eks bek Liverpool, membalas dengan menyikutnya balik.

Final Liga Champions 2017/2018 mempertemukan Real Madrid vs Liverpool NSC Olimiyskiy, Kiev, Ukraina. Salah mengalami cedera di laga itu.

Di menit ke-30, Salah terjatuh usai berduel dengan Ramos, bek Madrid. Penyerang Mesir itu jatuh dengan bahunya menubruk tanah, sehingga cedera.

Salah ditarik keluar dan menangis karena tidak bisa melanjutkan pertandingan. Liverpool sendiri akhirnya kalah 1-3, dan gagal menjadi juara Liga Champions.

Lovren, rekan setim Salah ketika itu, rupanya dendam dengan Ramos. Setahun berselang, bek 32 tahun itu gantian menyakiti Ramos, saat Kroasia jumpa Spanyol pertandingan UEFA Nations League.

 

Soccer Football - Champions League Final - Real Madrid v Liverpool - NSC Olympic Stadium, Kiev, Ukraine - May 26, 2018   Liverpool's Mohamed Salah on the floor after a challenge from Real Madrid's Sergio Ramos                     REUTERS/Kai PfaffenbachMohamed Salah terbaring usai cedera akibat duel dengan Sergio Ramos di final Liga Champions. Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters

Usai laga tersebut, yang dimenangkan Kroasia 3-2 atas Spanyol, Lovren bersukacita usai menyikut Ramos.

“Saya menyikutnya dengan bagus. Haha! 3-2! Sekarang, silakan bicara sobat!” ejeknya di Instagram, yang kemudian membuatnya disanksi larangan bermain satu pertandingan.

Kini Lovren, yang sudah pindah ke Zenit St. Petersburg, mengakui bahwa ia memang berniat membalas Ramos. Ia tak senang dengan pemain yang kini juga baru meninggalkan Real Madrid itu.

“Saya sengaja memukul Sergio Ramos setelah melukai Mohamed Salah? Ya, mungkin saja,” kata Dejan Lovren, dilansir Egypt Today.

“Saya tidak ingin membuat cerita besar, tetapi saya pikir apa yang dilakukan Ramos disengaja untuk melukai teman saya, jadi sudah waktunya untuk membayar apa yang telah dia lakukan.”

Luka Modric berusaha mengurangi ketegangan antara saya dan Sergio Ramos, dan kami menghadapi Spanyol bersama tim nasional Kroasia. Saya sengaja memukulnya dengan siku, dan mengatakan kepadanya bahwa kami sekarang seri,” ungkapnya.

Lovren mengaku tetap respek kepada Ramos atas capaiannya di Madrid dan Spanyol. Namun, beberapa pemain 35 tahun itu tetap membuatnya kesal.

“Saya menghormati Ramos sebagai pemain, dan apa yang dia lakukan untuk timnya. Dia telah memenangkan banyak gelar, tetapi di sisi lain, dia melakukan beberapa perilaku yang saya tidak suka dan merugikan pemain,” jelas Lovren.

“Kami bermain jauh lebih baik daripada Real Madrid sebelum Mohamed Salah cedera di final Liga Champions. Keluarnya dia [Salah] merupakan pukulan besar bagi kami, setelah dia keluar, mereka mulai mendominasi pertandingan,” kata Dejan Lovren, mengomentari jalannya pertandingan saat itu.

Baca juga !

1 min read