Sun. Dec 4th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Pengamat: E-commerce Jadi Jembatan UMKM Lokal Menuju Panggung Internasional

3 min read

Usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal Indonesia berpotensi besar masuk ke pasar ekspor. Namun, hal ini masih sulit ditembus oleh para pelaku sektor tersebut.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, terdapat lima hambatan pasar ekspor produk UMKM sulit dilakukan, yakni ketidaktahuan pelaku UMKM terkait legalitas, pembiayaan, pendampingan, produksi, dan pemasaran.

Akibat kendala tersebut, hingga 2022, UMKM lokal hanya mampu menyumbang 15 persen dari total ekspor nasional.

Dikutip dari Antara, Kamis (2/6/2022), peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda mengatakan, kelima kendala tersebut memengaruhi kondisi persaingan antara produk UMKM lokal dan global.

Utamanya, lanjut Nailul, ketidakseimbangan terjadi pada skala produksi dan harga. Sebut saja, banyak pesanan, tapi produksi tidak dapat memenuhi pemesanan tersebut. Alhasil, harga barang menjadi lebih mahal.

Upaya pendampingan dalam mendukung ekspor UMKM yang masih kurang juga menjadi tantangan bagi pemerintah.

Untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut, Nailul menjelaskan, perlu ada kolaborasi dari berbagai pihak untuk membantu meningkatkan ekspor UMKM. Kerja sama ini juga dapat membangun ekosistem yang mampu mendorong kemampuan pelaku UMKM menjadi go global.

Menjawab hal tersebut, menurut Nailul, kemajuan pesat digitalisasi UMKM melalui platform digital e-commerce dapat menjadi solusinya. Sebab, platform digital e-commerce di Indonesia dapat membantu para pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana berdagang, promosi, hingga bertransaksi secara mudah.

Dengan platform e-commerce, para pelaku UMKM dapat memotong rantai distribusi sehingga harga produk lebih terjangkau.

Peran platform digital e-commerce

Kenyataannya, e-commerce telah gencar memberikan pendampingan bagi para pelaku UMKM untuk menembus pasar global. Salah satunya, Shopee. platform ini memfasilitasi para pelaku UMKM lewat program Ekspor Shopee.

Melalui program itu, Shopee telah membawa produk UMKM lokal ke negara-negara yang dijajaki Shopee, yakni Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Taiwan, Brazil, dan Meksiko.

Pada 2021, Shopee juga menghadirkan program Kampus UMKM Shopee Ekspor di Kota Solo, Jawa Tengah, dan Kota Bandung, Jawa Barat. Program ini memfasilitasi pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis secara gratis, berjualan online, dan menjangkau pembeli di pasar global.

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan, hingga Desember 2021, salah satu Kampus UMKM Shopee Ekspor di Solo telah melahirkan 10.000 eksportir regional. Bahkan, jumlah produk yang terjual pada pasar ekspor Solo dari UMKM Solo pada 2021 meningkat 600 persen dibandingkan 2020, yakni 499.000 produk.

Kemudahan ekspor dirasakan oleh UMKM Gudang Garam Bandung

Salah satu UMKM lokal yang berhasil mengekspor produknya dengan memanfaatkan platform e-commerce adalah Gudang Barang Bandung, UMKM asal Kampung Cibeber Hilir, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat yang memproduksi tas kanvas.

Setelah berjualan di Shopee selama dua tahun, pemilik Gudang Barang Bandung Agus memiliki keinginan untuk menjangkau pasar internasional. Lalu, ia pun mengikuti pelatihan gratis di Kampus UMKM Shopee Ekspor Bandung.

Agus mengatakan, melalui program Kampus UMKM Shopee Ekspor, ekspor menjadi lebih mudah. Materi yang diberikan pun membantu Agus dalam mengembangkan usahanya.

Saat ini, lebih dari 300.000 produk tas kanvas Gudang Barang Bandung telah terjual ke seluruh Indonesia dan ke beberapa negara Asia seperti Malaysia, Singapura, Filipina, serta Thailand.

Kehadiran Shopee di Indonesia diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih dalam meningkatkan kegiatan ekspor UMKM, terutama ke kancah internasional.

Sebab, melalui program-program pemberdayaan seperti Kampus UMKM Shopee Ekspor, platform e-commerce dapat membantu mendampingi dan memfasilitasi para pelaku UMKM untuk berjaya di pasar global.

Baca juga !