Fri. Jan 27th, 2023

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Pengguna Windows 11 Bakal Sulit Ganti Default Browser

2 min read

Jakarta –

Microsoft kembali mengubah sistemnya untuk mengganti browser default. Dari yang sebelumnya cukup mudah di Windows 10, menjadi rumit di Windows 11.

Meskipun Microsoft mempunyai banyak perubahan bagus di tampilan antarmuka Windows 11, pembuat browser seperti Mozilla, Opera, dan Vivaldi mengeluhkan perubahan cara penggantian browser default di Windows 11 ini.

Perubahan ini pada awalnya tak terlalu kelihatan, karena masih mirip dengan langkah penetapan browser default di Windows 10. Saat pengguna menginstal sebuah browser baru selain Microsoft Edge, akan muncul opsi pemilihan browser saat pengguna membuka sebuah tautan.

Pengguna browser yang tak dijadikan browser default di Windows 11 biasanya akan memunculkan opsi untuk mengatur browser tersebut menjadi default. Opsi tersebut akan membuka menu pemilihan aplikasi untuk dijadikan aplikasi default, termasuk browser.

Nah, di menu itulah pengaturannya menjadi sangat rumit. Jika sebelumnya pengguna hanya perlu memilih browser untuk dijadikan browser default, kini pengguna harus menentukan browser default untuk setiap jenis file.

Dalam contoh kasus browser Chrome, pilihan file-nya adalah HTM, HTML, PDF, SHTML, SVG, WEBP, XHT, XHTML, FTP, HTTP, dan HTTPS, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (20/8/2021).

Proses ini sangatlah panjang dibanding prosesnya di Windows 10 yang sangat simpel, di mana pengguna hanya perlu menentukan aplikasi default untuk secara keseluruhan, bukan per ekstensi file.

“Kami sudah meningkatkan kecemasan terhadap tren di windows. Sejak Windows 10, pengguna harus melakukan tambahan langkah yang tak diperlukan untuk menentukan pengaturan browser default,” ujar Selena Deckelmann, senior vice president Firefox.

“Hambatan ini setidaknya akan membingungkan pengguna dan didesain untuk meremehkan browser non Microsoft pilihan pengguna,” tambahnya.

Ada juga Opera yang juga tidak menyukai langkah Microsoft ini, dan menyebut langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pengguna browser buatan Microsoft.

“Sangat disayangkan ketika pembuat platform mengaburkan kasus penggunaan umum untuk meningkatkan reputasi produk mereka sendiri,” ujar Krystian Kolondra, head of browser Opera dalam pernyataannya.

Bahkan bos Android, Chrome, dan Chrome OS Hiroshi Lockheimer pun mengomentari dan juga setengah menyindir langkah Microsoft ini. Menurutnya ini adalah hal yang ironis karena Microsoft mengklaim sebagai perusahaan yang paling terbuka.”Kami ingin mengajak para pembuat platform untuk menghormati pilihan pengguna dan membolehkan terjadinya kompetisi di platform mereka. Melarang pilihan pengguna adalah sebuah langkah mundur,” tambahnya.

“Ini Datang dari perusahaan yang mengklaim jadi yang paling terbuka, dengan ‘pilihan paling banyak’,” ujar Lockheimer.

“Semoga saja ini hanya ada di developer preview, dan versi penuh Windows 11 bisa memenuhi klaim mereka,” pungkasnya.