Thu. Dec 8th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Pesawat Pengebom AS Lintasi Timur Tengah di Tengah Ketegangan dengan Iran

2 min read

Dubai: Militer Amerika Serikat (AS) menerbangkan sepasang pesawat pengebom B-52 berkemampuan nuklir melewati langit Timur Tengah sebagai bagian dari unjuk kekuatan terbaru di daerah tersebut. Penerbangan ini dilakukan di tengah ketegangan antara AS dan Iran.

Kedua pesawat pengebom tersebut lepas landas dari markas bandara Fairford milik Royal Air Force milik Inggris dan terbang melewati Mediterania Timur, Semenanjung Arab dan Laut Merah pada Minggu kemarin. Penerbangan dilakukan dalam rangka misi pelatihan bersama Kuwait dan Arab Saudi.

“Ancaman terhadap AS dan para mitra tidak akan kami biarkan begitu saja,” ujar Letnan Jenderal Angkatan Udara AS untuk wilayah Timur Tengah, Alexus Grynkewich, dalam pernyataannya, dikutip dari laman Yahoo News pada Selasa, 6 September 2022.

“Misi seperti ini memperlihatkan kemampuan kami dalam menggabungkan kekuatan militer untuk mencegah, dan apabila diperlukan, mengalahkan musuh kami,” tambahnya.

Meski Komando Sentral AS tidak menyebut nama Iran, Washington telah berulang kali mengirim pesawat-pesawat pengebom B-52 ke daerah tersebut di tengah ketegangan antara Washington dan Teheran. Penerbangan terakhir yang dilakukan dalam konteks tersebut berlangsung pada Juni lalu.

Musuh regional Iran, Israel, juga bergabung dalam misi multi-nasional tersebut. Walau mereka tidak diakui oleh AS, tiga pesawat jet tempur F-16 asal Israel turut menemani penerbangan pengebom milik Negeri Paman Sam.

Militer Israel menggambarkan kooperasinya dengan AS sebagai kunci mempertahankan keamanan udara di Israel dan Timur Tengah.

Komando Pusat AS diperluas tahun lalu dengan melibatkan Israel, sebuah tindakan yang dipandang sebagai dukungan terhadap kerja sama antar wilayah dalam melawan Iran di bawah pimpinan mantan presiden AS Donald Trump.

Keputusan Trump empat tahun lalu dalam menarik diri dari perjanjian nuklir nuklir 2015 telah menciptakan serangkaian insiden di kawasan.

Bahkan, di saat para diplomat berbincang mengenai kemungkinan dihidupkannya kembali perjanjian nuklir tersebut, Angkatan laut Iran telah menyita dua drone laut milik AS di Laut merah pekan lalu.

Penyitaan terjadi beberapa hari setelah Garda Revolusi Iran menangkap drone laut lain, sebelum akhirnya dilepaskan karena adanya kehadiran kapal perang AS

Baca juga !