Thu. Oct 6th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Pilihan Saham Potensi Cuan Pekan Ini

3 min read

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,16 persen ke 6.643 pada akhir perdagangan Jumat (22/10) pekan lalu. Investor asing mencatatkan beli bersih atau net buy senilai Rp1,19 triliun.
Pelaksana Sekretaris Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gusti Agung Alit Nityaryana menilai data perdagangan pada sepekan lalu tergolong fluktuatif namun masih dalam kategori positif.

Nilai kapitalisasi bursa mencatatkan peningkatan sebesar 0,19 persen menjadi sebesar Rp8.150 triliun dari angka Rp8.134 triliun pada pekan sebelumnya.

“Rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa mengalami perubahan sebesar 4,08 persen menjadi 1.385.992 transaksi. Perubahan sebesar 5,53 persen terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa menjadi 22,091 miliar saham dari 23,384 miliar saham pada pekan sebelumnya,” tulis I Gusti Agung dalam rilis resmi, Jumat (22/10).

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) naik 6,92 persen menjadi Rp16,24 triliun. Investor asing pun mencatatkan nilai beli bersih Rp36,39 triliun sepanjang tahun.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan indeks berpeluang konsolidasi melemah pada pekan ini. Dengan rentang support di 6.492-6.585 dan resistance di 6.655-6.687.

Hans pun merekomendasikan sejumlah emiten untuk dimiliki pada pekan ini. Di antaranya PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) yang berpeluang menguat di 3.300-3.450. Kini ASSA menduduki posisi 3.370 dan naik 1,20 persen pada akhir pekan lalu.

Kemudian, PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) dengan posisi menguat di 436-454. Emiten jaringan rumah sakit ini menanjak 2,25 persen pada akhir pekan lalu.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi emiten yang harus diwaspadai. Emiten ini harus diawasi pada level 970-1.010 dan buyback di 1.030. Ia pun menargetkan pelemahan terjadi pada 910-930.

Selanjutnya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) juga berpotensi merosot ke kisaran 825-900. Buyback disarankan jika menyentuh posisi 920. Kini SIDO berada di posisi 830.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana meramal indeks akan bergerak positif dalam pekan ini. Ia pun memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.550 hingga 6.670.

Herditya menilai sentimen yang akan mempengaruhi kinerja indeks sangatlah minim. Secara teknikal, IHSG tengah memasuki fase penurunan.

“IHSG sedang berada di fase downtrend, meskipun kemarin sudah mengenai level koreksi minimalnya,” kata Herditya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (24/10).

Selain itu, ia menambahkan apabila IHSG belum mampu menembus 6.687 secara agresif maka kemungkinan indeks akan terus terkoreksi.

Ia melihat kemungkinan indeks untuk menembus catatan tertinggi atau all time high belum begitu besar. Pasalnya catatan tersebut dapat tercapai bila berhasil menembus resistance di 6.687.

Herditya menyarankan agar investor memperhatikan sejumlah hal dalam memilih emiten di tengah minimnya sentimen pasar. Seperti sisi pergerakan emiten, besaran volume, dan diprioritaskan untuk perdagangan jangka pendek hingga menengah terlebih dahulu.
Ia merekomendasikan saham industri dasar, properti, dan konstruksi. Namun, pemilihan sektor properti sudah tidak terkait dengan sentimen luar negeri seperti Evergrande yang sudah mulai membayar utang-utangnya.

“Untuk Evergrande sendiri menurut kami dari MNC Sekuritas tidak berpengaruh terlalu besar ya ke Indonesia,” katanya.

Ia pun melihat potensi window dressing mungkin akan terjadi pada akhir bulan ini. Walau kemungkinan itu juga bisa saja terjadi pada akhir tahun ini.

Herditya merekomendasikan sejumlah saham untuk dikoleksi pekan ini. Seperti PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dengan target price 180. Walau sepekan emiten ini turun 6,86 persen, nilainya masih naik 11,64 persen dalam sebulan.

Kemudian, ia merekomendasikan emiten kertas, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dengan target price mencapai Rp11.000 per lembar saham. Emiten pilihan ini pun tidak luput dari penurunan dalam sepekan sebesar 6,03 persen. Kendati demikian, nilainya masih naik hingga 20,77 persen dalam sebulan.

Selanjutnya, ia juga melirik emiten konstruksi pelat merah, PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau ADHI. Herditya menargetkan harga saham emiten ini di 1.350. Pekan lalu emiten ini ditutup menguat 4,05 persen dan menguat 24,86 persen dalam sebulan.

Baca juga !

2 min read