Wed. Dec 7th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Polisi Bangladesh Tangkap 3 Terduga Pembunuh Tokoh Rohingya Mohib Ullah

2 min read

Jakarta – Kepolisian Bangladesh menangkap tiga orang terduga penyerang tokoh Rohingya, Mohib Ullah. Para pelaku diyakini memiliki hubungan dengan kelompok pemberontak bersenjata di antara pengungsi Rohingya.
“Para pembunuh pasti akan dibawa ke pengadilan. Tidak ada yang akan selamat,” kata Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen pada hari Sabtu (2/10), tiga hari setelah pembunuhan Mohib Ullah, pemimpin komunitas Masyarakat Arakan Rohingya untuk Perdamaian dan Hak Asasi Manusia (ARSPH).

Seperti dilansir South China Morning Post, Minggu (3/10/2021) diketahui Mohib Ullah ditembak mati oleh penyerang tak dikenal pada Rabu (29/9) malam waktu setempat di dalam kamp Kutupalong, salah satu pemukiman pengungsi terbesar di dunia. Kematian Ullah mendorong tuntutan dari masyarakat internasional agar pihak berwenang Bangladesh segera menyelidiki pembunuhan itu.

Diketahui kamp pengungsi di distrik Cox’s Bazaar, Bangladesh tenggara merupakan rumah bagi ratusan ribu Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar.

“Polisi Bangladesh telah menangkap tiga tersangka anggota kelompok pemberontak Rohingya pada hari Jumat,” kata petugas kepolisian Nayeemul Haque.

“Para tersangka sedang diinterogasi,” kata petugas itu tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Menurut kesaksian Mohammad Nowkhim, juru bicara ARPSH, penyerang datang ke tempat itu dan menembak setidaknya tiga kali ke arah Mullah. “Dia ditembak mati dari jarak dekat,” katanya dari tempat persembunyian.

Sementara itu, seorang kepala keamanan kamp mengaku bahwa dia mendengar suara tembakan.

“Mohib Ullah ditembak beberapa kali dan dia dibawa ke rumah sakit MSF. Kami mendengar bahwa dia sudah meninggal karena luka-lukanya,” kata Naimul Haque, komandan Batalyon Polisi Bersenjata Bangladesh, yang bertanggung jawab keamanan di kamp-kamp itu, kepada AFP.

Keluarga Ullah menyalahkan sebuah kelompok bersenjata bernama Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) atas pembunuhan itu. Kelompok ini juga bertanggung jawab atas serangan terhadap pos pemeriksaan keamanan di negara bagian Rakhine utara, yang mendorong militer Myanmar melancarkan tindakan brutal terhadap Rohingya pada Agustus 2017.

Baca juga !