Thu. Dec 1st, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Puan dan Pamor Jabatan yang Sulit Mendongkrak Elektabilitas

2 min read

Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro mengatakan elektabilitas Ketua DPR Puan Maharani yang rendah diduga karena dia belum mempunyai rekam jejak yang panjang dan baik saat mengemban jabatan publik.

“Memang di pemerintahan periode pertama dari Presiden Jokowi dia (Puan) pernah menjabat sebagai menteri Koordinator PMK dan saat ini sebagai Ketua DPR RI. Tapi itu jabatan-jabatan ini tidak cukup strategis dalam konteks untuk menunjukkan sesuatu capaian kerja kepada publik,” ujar Bawono kepada Kompas.com, Kamis (24/2/2022).

Menurut Bawono, meskipun Puan pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, tetapi jabatannya lebih bersifat koordinatif ketimbang eksekusi kebijakan. Kondisi yang sama, kata dia, juga terjadi dengan jabatan Puan saat ini yaitu sebagai Ketua DPR RI.

Menurut Bawono, meskipun secara gengsi politik jabatan Ketua DPR yang diemban Puan tinggi, tetapi kurang memungkinkan untuk menunjukkan capaian kerja seperti dalam posisi eksekutif menteri atau kepala daerah.

“Karena tidak memiliki fungsi eksekusi kebijakan dan juga bersentuhan langsung dengan kebutuhan-kebutuhan harian warga dan lain-lain,” lanjut Bawono.

Dalam hasil Survei Kepemimpinan Nasional (SKN) yang digelar Litbang Kompas pada 17-30 Januari 2022 terungkap anak Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu memperoleh elektabilitas sebesar 0,6 persen.

Dari hasil survei lembaga lain pun elektabilitas Puan tetap rendah. Contohnya dari hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada 9 Januari 2022 menunjukkan elektabilitas Puan berada di peringkat ke-9 dengan perolehan 1,8 persen.

Kemudian hasil survei Charta Politika yang dirilis pada 20 Desember 2021 menunjukkan Puan berada pada peringkat ke-9 dengan mengantongi elektabilitas 1,1 persen dalam simulasi 10 nama.

Menurut survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) di Jawa Barat pada 5-8 Februari, elektabilitas Puan juga hanya mencapai 0,8 persen dalam simulasi tertutup 10 nama.

Elektabilitas Puan dalam hasil survei Litbang Kompas jika dibandingkan dengan beberapa rekan satu partainya juga berada pada urutan buncit. Sejumlah kader PDI-P yang meraih elektabilitas di atas 1 persen adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (20,5 persen), eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (2,9 persen), dan Menteri Sosial Tri Rismaharini (2,6 persen).

“Ya memang kalau kita lihat nama-nama capres yang memiliki tingkat elektabilitas baik berdasarkan hasil survei saat ini adalah figur-figur yang memiliki track record jejak kepemimpinan di jabatan publik, misal kepala daerah,” ujar Bawono.

Di sisi lain, Bawono memperkirakan ada kecenderungan tokoh-tokoh politik yang bersaing dalam pergantian kepemimpinan nasional pada masa mendatang berasal dari kepala daerah.

“Tren ini kemungkinan masih akan berlanjut dalam dua atau tiga pemilu mendatang,” ujar Bawono.

Jika dibandingkan dengan sejumlah elite partai politik, elektabilitas Puan juga berada di posisi terbawah.

Menurut hasil survei Litbang Kompas, jika pemilu diselenggarakan ketika survei digelar maka Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berada di posisi teratas dengan elektabilitas 26,5 persen.

“Tapi khusus Prabowo Subianto karena telah tiga kali ikut mengikuti kontestasi elektoral ini maka sangat wajar sangat populer dan juga memiliki elektabilitas paling tinggi saat ini,” kata Bawono.

Sedangkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno dilaporkan mendapatkan elektabilitas sebesar 4,9 persen, diikuti Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan elektabilitas 3,7 persen.

Baca juga !