Thu. Sep 29th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Pungli Militer Myanmar Jika Keluarga Korban Hendak Ambil Jenazah

2 min read

Jakarta –

Pihak keluarga yang hendak mengambil jenazah kerabatnya yang tewas akibat serangan pasukan keamanan pada Jumat (9/4) waktu setempat diminta sejumlah biaya oleh militer Myanmar. Mereka diminta membayar sebesar 120 ribu Kyat Myanmar (Rp 1,2 juta).

Seperti dilansir CNN, Senin (12/4/2021), kelompok advokasi Asosiasi Bantuan Tahanan Politik (AAPP) melaporkan bahwa sedikitnya 82 orang tewas dalam unjuk rasa antikudeta di Bago, yang berjarak 90 kilometer sebelah timur laut Yangon.

Menurut laporan AAPP, pada Jumat (9/4) militer Myanmar menembaki para demonstran antikudeta di kota Bago, dengan menggunakan senapan serbu, granat peluncur roket (RPG) dan granat tangan.

Dalam penuturan yang disampaikan seorang saksi mata yang tinggal di kota Bago, banyak warga melarikan diri ke desa-desa sekitar sejak kehadiran pasukan keamanan Myanmar pada Jumat (9/4) lalu. Sejak hari itu juga, akses internet diputus dan pasukan keamanan melakukan perburuan demonstran di area tersebut.Lebih lanjur, disebut lebih dari 700 orang tewas dalam berbagai insiden saat unjuk rasa di Myanmar sejak kudeta militer dilancarkan pada 1 Februari lalu. Sejak saat itu, pasukan keamanan junta Myanmar yang terdiri atas polisi, tentara dan tentara elite kontra-pemberontak menggunakan kekerasan berlebihan secara sistematis terhadap demonstran tanpa senjata dan beraksi damai. Sekitar 3.000 orang ditangkap dan banyak aktivis terpaksa bersembunyi.

“Saya tinggal di ruas jalan utama. Pasukan keamanan sering datang dan pergi,” tutur sejumlah saksi mata kepada CNN.

Saksi mata juga menyebut jenazah-jenazah korban ditumpuk di kamar mayat setempat, usai penembakan oleh pasukan keamanan junta Myanmar.

Menurut posting-an Facebook dari Serikat Mahasiswa Universitas Bago, militer Myanmar sekarang memungut biaya sebesar 120 ribu Kyat Myanmar (Rp 1,2 juta) bagi keluarga korban yang ingin mengambil jenazah kerabat mereka yang tewas pada Jumat (9/4) lalu.

Laporan dari Radio Free Asia Burma bersesuaian dengan laporan Serikat Mahasiswa Universitas Bago tersebut.

Belum ada komentar resmi dari militer Myanmar terkait hal ini. Namun dalam pernyataan yang dilaporkan surat kabar nasional Global New Light of Myanmar, militer Myanmar mengklaim pasukan keamanannya diserang oleh demonstran di Bago.

“Pasukan keamanan diserang oleh sekelompok perusuh saat memindahkan pembatas jalan yang diperkuat oleh para perusuh di jalanan kota Bago,” demikian dilaporkan Global New Light of Myanmar.

Surat kabar itu juga melaporkan bahwa satu orang tewas dalam insiden pada Jumat (9/4) waktu setempat. “Bukti berupa granat dan amunisi yang disita mengindikasikan bahwa senjata kecil telah digunakan,” sebut laporan Global New Light of Myanmar.”Perusuh menggunakan senjata rakitan, Molotov, panah, tameng rakitan dan granat untuk menyerang pasukan keamanan,” imbuh laporan tersebut.

Baca juga !