Fri. Sep 30th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Ratusan Kapal China Terdeteksi di Laut China Selatan, Filipina Protes

2 min read

Manila –

Otoritas Filipina menuduh China melakukan ‘penyerbuan’ setelah lebih dari 200 kapal milisi terdeteksi di dekat pulau karang di Laut China Selatan yang menjadi sengketa. Filipina melayangkan protes terhadap otoritas China terkait insiden ini.

Seperti dilansir AFP, Senin (22/3/201), Otoritas Penjaga Pantai Filipina mendeteksi ratusan kapal itu ‘dalam formasi barisan’ di dekat Whitsun Reef yang berbentuk mirip bumerang, yang terletak di lokasi berjarak 320 kilometer sebelah barat Pulau Palawan, Filipina, pada 7 Maret lalu.

“Kami menyerukan kepada China untuk menghentikan serbuan ini dan segera menarik kapal-kapal yang melanggar hak maritim kami dan melanggar batas wilayah kedaulatan kami,” tegas Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, dalam pernyataannya.

“Ini merupakan tindakan provokatif yang jelas untuk memiliterisasi area tersebut. Ini adalah wilayah-wilayah yang berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina,” ujarnya.

Lorenzana menyatakan bahwa pemerintah Filipina sedang mempertimbangkan ‘tindakan yang tepat’ untuk melindungi nelayan-nelayan Filipina, sumber daya laut untuk Filipina dan menjaga perdamaian serta stabilitas di kawasan.

Secara terpisah dalam pernyataan via Twitter, Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin, menyatakan pihaknya telah melayangkan protes diplomatik terhadap China terkait keberadaan kapal-kapal tersebut.

Belum ada respons dari Kedutaan Besar China di Manila maupun dari pemerintah China.

Pada Sabtu (20/3) waktu setempat, satuan tugas pemerintah Filipina yang ditugasi memantau perairan sengketa mengumumkan bahwa sedikitnya 220 ‘kapal milisi maritim China’ terdeteksi berada di perairan Filipina yang ada di Laut China Selatan yang menjadi sengketa, pada awal bulan ini.

“Meskipun cuaca saat itu cerah, kapal-kapal China berkumpul di terumbu karang tanpa menunjukkan aktivitas penangkapan ikan yang sesungguhnya,” sebut laporan tersebut.

Amerika Serikat (AS) sebelumnya menuduh China menggunakan milisi maritim untuk ‘mengintimidasi, memaksa dan mengancam negara-negara lainnya’ demi menegaskan klaimnya atas hampir seluruh perairan Laut China Selatan.

Jalur perairan strategis itu diketahui menjadi sengketa beberapa negara, termasuk Filipina. Otoritas China mengabaikan putusan pengadilan internasional tahun 2016 yang menetapkan klaim China atas Laut China Selatan tidak berdasar.

Baca juga !