Fri. Dec 2nd, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Ratusan Korban Tewas Saat Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang, Young Lex: Saya Berdoa Ini Tragedi Terakhir

1 min read

Rapper Young Lex menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Dalam postingan terbaru di Instagram pada (2/10/2022), Young Lex mengaku perasaannya campur aduk usai mendengar kabar tersebut.

“Gue jarang banget bangun pagi, sekalinya bangun pagi liat berita buruk kaya gini semua rasa bercampur aduk,” kata Young Lex.

Dia tidak memungkiri merasa marah sekaligus sedih dalam waktu yang bersamaan.

“MARAH SEDIH KESAL GERAM 1 oktober harusnya memperingati hari KESAKTIAN PANCASILA,” tutur Young Lex.

Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya Surabaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]

Meskipun begitu, dia tetap menyampaikan rasa belasungkawanya. Young Lex berharap kejadian ini tidak terjadi lagi di masa depan.

“Turut berduka yang sedalam-dalamnya untuk kota MALANG, sebagai orang tua saya nggak bisa bayangin apa yang orang tua korban bayangkan,” ujar Young Lex.

“Saya berdoa dan berharap ini tragedi terakhir di dunia sepak bola Indonesia,” sambungnya lagi.

Sebagaimana diketahui, kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang malam tadi memicu kemarahan Aremania yang datang menyaksikan pertandingan.

Usai peluit panjang dibunyikan, salah satu Aremania turun ke lapangan untuk mengutarakan kekecewaan dan disusul yang lain.

Imbasnya, polisi langsung menembakkan gas air mata untuk mengurai massa. Sayang, asap dari gas air mata justru memenuhi tribun tempat Aremania yang tidak ikut melakukan protes.

Tembakan gas air mata juga yang diduga menimbulkan banyaknya korban jiwa dari Aremania yang masih menahan diri di tribun suporter karena sesak napas.

Selain Aremania, dua korban meninggal dunia juga datang dari pihak kepolisian yang malam itu bertugas mengamankan pertandingan. Empat mobil polisi turut hangus terbakar imbas kerusuhan.

Baca juga !