Wed. Dec 1st, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Revisi UU KPK, Laode Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Berantas Korupsi

1 min read

MALANG – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif menyesalkan revisi Undang – Undang (UU) KPK yang dianggap tak transparan dan terkesan memberangus kewenangan KPK.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri sosialisasi antikorupsi dalam rangkaian roadshow bus KPK Jelajah Negeri di Gedung DPRD Kota Malang, pada Jumat (6/9/2019).

“Secara kelembagaan KPK menyesalkan adanya revisi itu. Karena prosesnya yang tidak transparan,” keluhnya.

Ia berharap, pemerintah dan parlemen memberikan contoh transparansi kepada publik, dengan tidak menutup-nutupi revisi UU KPK tersebut, yang dianggap tidak sesuai harapan masyarakat banyak.

“Kalau semua mengerjakan sesuai yang tertutup seperti itu, memang ada yang mau ditutup – tutupi itu? Tanyalah ke masyarakat apakah itu sesuai aspirasi masyarakat Indonesia? Sesuatu proses yang dimulai dengan ketutupan, pasti saya yakin di dalamnya ada sesuatu yang disembunyikan dari masyarakat Indonesia dan itu tidak boleh dilakukan,” ujarnya.

KPK

Namun, pihaknya mengaku tak anti-terhadap perubahan, tetap kalau mengubah UU KPK seharusnya juga dikonsultasikan kepada masyarakat yang memilih para anggota DPR. Selain itu, KPK sebagai lembaga yang menjadi objek juga harusnya diajak bicara untuk memberikan masukan – masukan.

“Harusnya dikonsultasikan apa harapan KPK. Selama ini tidak pernah diajak bicara tiba – tiba ada drafnya lengkap seperti itu. Ketua DPR kita konsultasikan, katanya tidak tahu, Bapak presiden ditanya teman – teman media katanya juga tidak mengetahui, la ini kok tiba – tiba selesai seperti itu,” ujarnya.

Laode bertanya – tanya komitmen pemerintah dan legislatif dalam pemberantasan korupsi yang menjadi pertanyaan besar, pasca-revisi UU KPK. “Itu pertanyaan besar KPK dan masyarakat, sejauh mana pemerintah dan parlemen serius mencegah dan memberantas korupsi,” ujarnya.

Baca juga !