Sat. Dec 10th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Rusia Ancam Pangkas Pasokan Bahan Bakar ke Jepang, Saham Mitsui dan Mitsubishi Langsung Anjlok

2 min read

TOKYO – Saham perusahaan perdagangan asal Jepang Mitsui & Co dan Mitsubishi Corporation turun hari ini, Rabu (6/7/2022), setelah mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev membuat pernyataan yang mengancam pemotongan pasokan minyak dan gas Rusia ke Jepang.

Melansir dari Reuters, saham Mitsui & Co jatuh sebanyak 5,7 persen, sementara saham Mitsubishi Corporation turun 5,4 persen.

Dmitry Medvedev, yang sekarang menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, mengatakan melalui media sosialnya pada Selasa kemarin, mengancam akan memotong pasokan gas dan minyak Rusia ke Jepang.

“(Jepang) tidak akan memiliki minyak atau gas dari Rusia, serta tidak ada partisipasi dalam proyek LNG Sakhalin-2,” ujar Medvedev.

Pernyataan Medvedev datang setelah Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan dalam pidatonya pada akhir pekan kemarin, negara-negara Group of Seven (G7) telah sepakat untuk membatasi harga minyak Rusia.

Para pemimpin negara-negara G7 pada pekan lalu setuju untuk menjajaki penerapan larangan pengangkutan minyak Rusia yang telah dijual di atas harga tertentu, sebagai upaya untuk mengurangi pendapatan Moskow, namun mereka tidak menyebut angka spesifik untuk batas harga tersebut.

Juru bicara pemerintah Jepang, Seiji Kihara, pada pagi ini mengatakan dia mengetahui pernyataan Dmitry Medvedev, namun menolak untuk mengomentari hal tersebut.

Kihara juga menolak untuk mengonfirmasi apakah ada angka spesifik untuk batas harga minyak Rusia yang telah dibahas G7. Dia hanya mengatakan G7 masih membahas dan belum memutuskan batas dan tingkat harga minyak Rusia.

“Untuk spesifikasi batas dan tingkat harga belum diputuskan dan akan dibahas di antara anggota G7,’ ungkap Kihara.

Pada hari Jumat (1/7/2022) lalu, Rusia mengumumkan sebuah dekrit yang akan mengambil kendali penuh atas proyek minyak dan gas Sakhalin-2 yang terletak di timur negara itu. Langkah ini dapat memaksa perusahaan energi Shell dan investor Jepang keluar dari proyek ini.

Proyek Sakhalin-2 adalah salah satu proyek gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, dan sekitar 60 persen dari LNG yang dipasok dengan kontrak jangka panjang dikirim ke Jepang. Sementara, Mitsui dan Mitsubishi masing-masing memegang saham 12,5 persen dan 10 persen dalam proyek tersebut.

Baca juga !