Wed. Nov 30th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Rusia Menahan Lebih dari 4.300 Demonstran Anti-Perang Ukraina

2 min read

Jakarta -Polisi menahan lebih dari 4.300 demonstran menyusul unjuk rasa di seluruh Rusia atas invasi Presiden Vladimir Putin ke Ukraina.

Seperti dilansir Reuters Senin 7 Maret 2022, OVD-Info, organisasi yang memantau penahanan terhadap aksi protes oposisi, mengatakan telah mendokumentasikan penahanan setidaknya 4.366 orang di 56 kota berbeda.

Adapun kementerian dalam negeri Rusia mengatakan bahwa polisi telah menahan sekitar 3.500 orang, termasuk 1.700 orang di ibu kota Moskow, 750 orang di St. Petersburg dan 1.061 di kota-kota lain. Sedangkan jumlah demonstran menurut Kemendagri Rusia mencapai 5.200 orang.

“Situasi keamanan semakin diperketat – pada dasarnya kami menyaksikan sensor militer,” Maria Kuznetsova, juru bicara OVD-Info, mengatakan melalui telepon dari Tbilisi.

Protes ini terjadi setelah ratusan orang ditahan di demonstrasi di wilayah lebih jauh ke timur, seperti di Kota Novosibirsk di Siberia dan di Yekaterinburg di Ural.

“Kami melihat protes yang cukup besar hari ini, bahkan di kota-kota Siberia di mana kami jarang melihat jumlah penangkapan seperti itu.”

Ribuan pengunjuk rasa meneriakkan “Tidak untuk perang!” dan “Malu pada Anda!”, menurut video yang diposting di media sosial oleh aktivis oposisi dan blogger.

OVD-Info melaporkan polisi menggunakan penyetrum listrik terhadap pengunjuk rasa. Kelompok itu juga memposting foto dan video saksi di layanan messenger Telegram yang menunjukkan polisi anti-huru hara memukuli pengunjuk rasa dengan tongkat. Seorang demonstran terlihat terluka darah mengalir di wajah mereka.

Memorial, kelompok hak asasi paling terkemuka di Rusia, mengatakan bahwa salah satu aktivis terkemukanya, Oleg Orlov, ditahan di alun-alun Manezhnaya di ibu kota Moskow saat ia memegang sebuah karton anti-perang.

Sedangkan Svetlana Gannushkina, aktivis hak asasi veteran lainnya yang disebut-sebut sebagai calon pemenang Hadiah Nobel, ditahan di Moskow pada hari ulang tahunnya yang ke-80.

Protes Rusia terakhir dengan jumlah penangkapan yang sama terjadi pada Januari 2021, ketika ribuan orang menuntut pembebasan pemimpin oposisi Alexei Navalny. Ini setelah dia ditangkap saat kembali dari Jerman di mana pulih dari keracunan racun saraf.

Navalny telah menyerukan protes pada Ahad di seluruh Rusia dan seluruh dunia terhadap invasi Rusia ke Ukraina,

Beberapa media yang dikendalikan pemerintah Rusia memuat laporan singkat tentang protes Ahad lalu, tetapi mereka bukan di berita utama.

Putin pada Jumat menandatangani undang-undang dengan hukuman penjara hingga 15 tahun jika menerbitkan “berita palsu” tentang tentara Rusia.

Polisi di wilayah Kemerovo di Ural mendenda seorang pria 60.000 rubel atau Rp7,7 juta karena menyeru orang-orang untuk berdemonstrasi menentang invasi ke Ukraina, kantor berita negara RIA Novosti melaporkan. Ini adalah penggunaan pertama dari undang-undang baru tersebut.

Baca juga !