Thu. Dec 8th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Sambut 2022, Sri Mulyani: Medan Laga Kita Masih Terjal…

2 min read

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap, pemulihan ekonomi tahun 2022 akan lebih baik, meski jalan menyehatkan APBN masih akan panjang dan berliku.

Adapun harapan ini muncul ketika pemulihan ekonomi di akhir tahun 2021 mulai terlihat. Covid-19 tetap terkendali meski ada varian Omicron. Rakyat telah mendapat vaksin dan ekonomi bergerak.

“Medan laga kita masih terjal, berbatu, dan licin penuh badai. Namun kita tetap bersama dan bersatu dalam semangat mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” kata Sri Mulyani dalam Instagram @smindrawati, Sabtu (1/1/2022).

Tak hanya itu, Sri Mulyani memiliki catatan tersendiri untuk tahun 2021. Catatan ini lekat dengannya sebagai bendahara negara, ketika pandemi Covid-19 masih menyerang ekonomi.

Wanita yang karib disapa Ani ini mengungkap, ada rasa optimisme dan harapan memasuki tahun 2021, ketika mampu meninggalkan tahun 2020 yang dianggapnya kelam karena pandemi

Sayang, optimisme itu harus pupus dan harapan terguncang saat Indonesia dihempas varian Delta pada akhir Juni 2021. Pemerintah terpaksa harus melakukan pembatasan sosial darurat atau PPKM Darurat di awal Juli 2021.

“Rumah sakit penuh, pasien membludak hingga lorong dan tempat parkir. Tabung oksigen habis, maut menjemput korban yang bertumbangan. Setiap hari ada kabar duka,” kenang Sri Mulyani.

Akibat varian Delta, mobilitas terhenti dan ekonomi lampus. APBN yang menjadi andalan pemerintah dalam membiayai perawatan pasien hingga bansos kembali terguncang karena pendapatan tak imbang dengan belanja negara.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini bahkan berkali-kali melakukan refocusing anggaran untuk menambah biaya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Program itu disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk bansos, diskon listrik, hingga subsidi kuota internet untuk pengajar dan pelajar.

“Belanja melambung untuk membangun rumah sakit darurat, membayar perawatan ribuan pasien Covid-19, memberi insentif tenaga kesehatan,” ucapnya.

Ani menuturkan, optimisme nyaris pupus ketika 16.000 jajaran Kemenkeu yang membantunya bekerja tertular Covid-19. Sebanyak 130 orang di antaranya tumbang. Namun saat itu dia bilang, tak ada kata lain selain bekerja dan berikhtiar sambil berdoa.

“Ada semangat yang terus tumbuh dan harapan yang tidak pernah pupus. Terus berikhtiar dan berdoa, dalam sabar dan syukur. Semoga Tuhan YME Allah SWT selalu melindungi kita semua dan menjaga kita di jalan yang lurus dan benar,” tandasnya.

Baca juga !