Sat. Dec 10th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Sandiaga Sebut Kelangkaan Jumah Pesawat Jadi Kendala Bali Dongkrak Jumlah Wisman

2 min read

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebut kelangkaan jumlah pesawat menjadi kendala utama bagi Bali untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan asing atau wisman. Menurut dia, banyak minat pelancong asing yang tak tertampung karena minimnya penerbangan langsung ke Pulau Dewata.

“Salah satu kendala ini adalah keterbatasan penerbangan. Minat sih luar biasa. Sewaktu saya ke Australia dan bicara sama perwakilan di luar negeri di sana, semua sudah siap. Namun mereka minta tambah penerbangan,” ujar Sandiaga saat ditemui di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin, 2 Mei 2022.

Masalah kelangkaan pesawat terjadi lantaran selama pandemi Covid-19, perusahaan maskapai banyak mengandangkan armadanya. Selain itu, ada penarikan armada pesawat dari lessor.

Di dalam negeri, Sandiaga mengatakan, perusahaan maskapai masih berfokus melayani penerbangan rute domestik. Maskapai Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group yang memiliki kue pasar terbanyak, misalnya, masih belum sanggup menambah rute penerbangan internasional akibat proses raktivasi pesawat belum optimal.

“Garuda dan Batik belum bisa menyediakan (rute internasional). Dalam negeri saja kan mereka sudah penuh sekali (penumpangnya),” tutur Sandiaga.

Sandiaga memastikan pihaknya telah berkomunikasi dengan maskapai internasional, seperti Turkish Airline, Qatar Airways, Singapore Airlines, hingga Ana Airlines untuk menambah frekuensi penerbangan ke Pulau Dewata.

Sementara itu untuk maskapai dalam negeri, khususnya Garuda, Sandiaga mendorong manajemen menambah kerja sama code sharing dengan maskapai asing agar jadwal penerbangan internasional semakin bervariasi.

“Apalagi setelah Garuda menyelesaikan PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang), kita minta tambah (frekuensi),” tutur Sandiaga.

Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan seat load factor atau tingkat keterisian pesawat rute internasional menuju Bali telah menembus 50 persen. Namun tingkat kedatangan turis asing ini masih jauh dari angka normal seperti sebelum pandemi Covid-19.

Saat ini, Bali masih mengandalkan kunjungan wisman dari negara-negara yang membuka pintu perbatasannya. Di antaranya, Australia, Singapura, Malaysia, Eropa, dan Amerika Serikat. Di luar itu, Bali masih mengunggulkan kunjungan turis domestik.

Sandiaga melanjutkan, kehadiran maskapai anyar seperti Pelita Air dan SuperAir Jet akan membantu mendongkrak kunjungan dalam negeri ke Bali serta mengatasi kelangkaan jumlah pesawat di tengah tingginya minat penumpang. “Ini tentunya sangat dibutuhkan untuk kebangkitan pariwisata dan pemulihan ekonomi serta pembukaan lapangan kerja,” tutur dia.

Baca juga !