Sun. Dec 4th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Sederet Saham yang Layak Dikoleksi, Bisa Bikin Cuan

3 min read

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,92 persen pada posisi 6.228 pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (1/10). Investor asing mencatat beli bersih atau net buy senilai Rp10,52 triliun.
CEO Arah Investasi Mandiri Hendra Martono Liem memprediksi sepekan ke depan, indeks akan bergerak pada rentang support 6.164 dan resistance 6.279-6.328. Harga komoditas batu bara, termasuk krisis energi di China masih akan menjadi sentimen yang kuat bagi indek saham.

Hendra menilai jika IDX Finance mampu bergerak di atas 1.415, maka peluang IHSG untuk bergerak ke resistance 6.279 akan semakin besar.

Dia menyarankan investor yang sudah memiliki untung dari sektor pertambangan agar melakukan trailing stop loss (TSL) guna menjaga keuntungan yang sudah dimiliki.

“Contoh, kita membeli saham tertentu di harga 1.000 kemudian menjaga stop loss pada 900. Jika harga terakhir sudah mencapai 1.200, maka disarankan untuk menaikkan stop loss ke 1.100,” ujar Hendra, Senin (4/10).

Sementara, tapering off The Fed yang kabarnya semakin kuat berhembus mulai berdampak pada indeks S&P 500 sejak awal September tahun ini.

“Dampak tapering bagi indeks S&P 500 mulai terasa sejak 7 September. Dari data terakhir, mulai terlihat support kuat,” jelasnya.
Ia melanjutkan indeks dalam negeri masih dalam posisi aman selama tapering belum benar-benar diterapkan.

Sepekan ke depan, Hendra menyebut beberapa saham yang menarik untuk dikoleksi. Di antaranya, saham PT BRI (Persero) Tbk atau BBRI dengan target di posisi support 3.720 dan resistance 4.090-4.180.

Kemudian, ada PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) yang ditargetkan berada di support 1.235 dan resistance 1.380-1.415.

Menariknya, dalam analisisnya terdapat dua saham yang terdeteksi Auto Rejection Atas (ARA), yakni PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR).

Dalam sepekan, keduanya memang telah mencatatkan kenaikan cukup tinggi, yakni sebesar 19,66 persen bagi TAPG dan 10,94 persen bagi SMDR.

Sehingga, Hendra menargetkan TAPG akan bergerak pada posisi support 640 dan resistance 765-795. Sementara, SMDR akan bergerak pada rentang support 650 dan resistance 775-805.

Ia juga merekomendasikan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) untuk dimiliki dengan posisi support 468 dan resistance 510-520. Sementara, untuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau JSMR ditargetkan berada di posisi support 3.750 dan resistance 4.120-4.210.

Selanjutnya PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) ditargetkan bertengger pada posisi support di 2.780 dan resistance 3.230-3.340.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana secara teknikal memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang 6.186 hingga 6.250.

Hal ini disebabkan beberapa sentimen yang terjadi, baik di dalam maupun luar negeri.

“Indeks dipengaruhi oleh rilis data cadangan devisa dan rilis data ekonomi AS, seperti neraca perdagangan dan non farm payroll,” terang Herditya.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee justru melihat indeks akan bergerak melemah pada posisi support 6.086-6.174 dan resistance 6.286-6.300.
Hans setidaknya menyebutkan 7 sentimen yang akan mempengaruhi indeks sepekan ke depan. Di antaranya risiko shutdown ekonomi AS, tapering dan kenaikan suku bunga The Fed, serta dampak pandemi covid-19 yang mengganggu rantai pasokan.

Kemudian, China akan menyumbang sentimen karena kasus gagal bayar perusahaan real estate Evergrande, dan krisis energi. Dari dalam negeri, rilis data ekonomi dan naiknya harga komoditas turut akan menjadi sentimen bagi pasar modal.

Ia menyambut positif jumlah kasus covid-19 yang menurun secara signifikan. Baginya, ini menjadi sentimen baik bagi pasar modal.

Sederet emiten yang direkomendasikan untuk dimiliki selama pekan ini. Seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang berpotensi menguat pada posisi support 2.000-2.080 dan resistance 2.140-2.180.

Kemudian, ada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) yang berpeluang menguat dengan posisi support 2.930-3000 dan resistance 3.120-3.180. Disusul PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) yang diproyeksikan akan berada pada support 935-975 dan resistance 1.015-1.050.

Namun, ia mengingatkan, sejumlah emiten pertambangan diproyeksikan akan meradang. Seperti, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan target pelemahan pada posisi 1.500-1.600. Kini, posisi ADRO berada di level 1.780.

Pemilik emiten PT Bukit Asam Tbk (PTBA) wajib mewaspadai penurunan yang mungkin akan berlanjut, setelah Jumat lalu PTBA ditutup melemah pada 2.720. Hans memproyeksikan emiten ini berada pada posisi pelemahan ke level 2.530-2.590.

Kemudian, PT United Tractors Tbk (UNTR) yang juga berpeluang melemah ke level 22.100-24.200. Setelah sebelumnya ditutup tak bergeming pada 26.000.

Baca juga !