Sat. Dec 10th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Selasa Sore, Massa Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM di Depan DPR/MPR RI Kian Ramai

2 min read
Massa aksi demonstrasi yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, kian ramai.

Mahasiswa dari berbagai organisasi masih terus berdatangan hingga Selasa (6/9/2022) sore.

Berdasarkan pantauan, mahasiswa yang menggunakan beragam warna almamater berdatangan ke titik aksi di depan gerbang masuk utama Kompleks Parlemen.

Tampak para mahasiswa itu berjalan di sisi Jalan Raya Gatot Subroto sambil membawa spanduk dan bendera kelompoknya masing-masing.

“Ternyata semakin sore makin ramai kawan-kawan,” kata orator di atas mobil komando.

Orator di atas mobil komando pun langsung menyambut kedatangan massa aksi demonstrasi, dan meminta mereka untuk merapatkan barisan.

“Saya instruksikan seluruh kawan kawan massa aksi untuk merapikan barisan. Sepakat kawan-kawan,” kata Orator tersebut.

Hingga pukul 16.15 WIB, para mahasiswa masih terus berorasi dan menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga BBM di depan Gedung DPR/MPR RI.

Untuk diketahui, Massa aksi dari berbagai elemen mahasiswa berdatangan ke depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (6/9/2022).

Mereka hendak berdemonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah yang berlaku sejak Sabtu (3/9/2022).

Aksi yang digelar oleh kelompok mahasiswa itu berlangsung setelah serikat buruh selesai menggelar demonstrasi di lokasi yang sama.

Adapun demo ini merupakan respons atas naiknya harga tiga jenis BBM sejak Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

Rinciannya, harga Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter, Solar naik dari Rp 5.150 menjadi 6.800 per liter, dan Pertamax naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk melindungi rakyat dari gejolak harga minyak dunia.

Namun, anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun. Angka ini diperkirakan akan terus mengalami kenaikan.

Oleh karenanya, pemerintah memutuskan mengalihkan subsidi tersebut ke masyarakat yang kurang mampu melalui sejumlah bantuan sosial.

“Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” kata Jokowi.

Baca juga !