Tue. May 24th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Senat Lanjutkan Sidang Pengesahan Kemenangan Biden Usai Diserbu Massa Trump

2 min read

Washington DC –

Senat Amerika Serikat (AS) kembali berkumpul ke dalam ruang sidang setelah para pendukung Presiden Donald Trump menyerbu Gedung Capitol AS dan memicu kekacauan. Proses pengesahan kemenangan Presiden terpilih AS, Joe Biden, dalam pilpres dilanjutkan pada hari yang sama.

Seperti dilansir AFP, Kamis (7/1/2021), Wakil Presiden AS, Mike Pence, yang juga menjabat Presiden Senat AS, memimpin jalannya sidang pengesahan kemenangan Biden pada Rabu (6/1) waktu setempat. Pence sempat dievakuasi ke lokasi aman saat para pendukung Trump menerobos masuk ke dalam Gedung Capitol dan melakukan perusakan.

Dalam pernyataannya setelah kembali ke dalam ruang sidang di Gedung Capitol AS, Pence menegaskan bahwa kekerasan tidak akan pernah menang.

“Saat kita berkumpul kembali di ruangan ini, dunia akan kembali menyaksikan ketahanan dan kekuatan demokrasi kita,” ucap Pence saat kembali memimpin jalannya sidang.

Dalam proses pengesahan kemenangan Biden, Kongres AS menggelar sidang gabungan — diikuti anggota House of Representatives (HOR) maupun Senat — untuk membuka sertifikasi tersegel dari setiap negara bagian yang berisi hasil voting Electoral College dalam pilpres 2020. Perwakilan bipartisan dari HOR dan Senat membacakan hasil voting setiap negara bagian dengan lantang. Totalnya akan dihitung dan hasilnya akan diumumkan oleh Pence.”Untuk mereka yang membawa malapetaka di Capitol kita hari ini, Anda tidak akan menang. Kekerasan tidak pernah menang, kebebasan yang menang,” tegas Pence. “Dan ini masih rumah rakyat,” imbuhnya.

Jika hasilnya seri, maka HOR atau DPR AS akan memutuskan kursi kepresidenan dengan setiap delegasi memiliki satu suara. Situasi ini belum pernah terjadi sejak tahun 1800-an dan untuk pilpres 2020, kemenangan Biden atas Trump hampir pasti, dengan perolehan 306 electoral votes untuk Biden dan 232 electoral votes untuk Trump.

Peran Pence dalam sidang gabungan Kongres AS itu sebagian besar bersifat seremonial dan dia tidak memiliki wewenang untuk mempengaruhi hasilnya, meskipun Trump berharap sebaliknya. Pence sebelumnya dilaporkan membuat Trump marah karena memberitahunya bahwa dia tidak memiliki wewenang untuk menggagalkan proses dalam Kongres AS tersebut.

Baca juga !