Fri. Dec 2nd, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Sentimen Kenaikan Suku Bunga Bisa “Menekan” Pergerakan IHSG Setelah Libur Lebaran

2 min read
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melemah di awal pekan depan atau setelah libur panjang lebaran, Senin (9/5/2022). Hal ini dinilai akibat sentimen Federal Reserve atau The Fed yang menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada Rabu lalu.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, secara teknikal, indikator MACD menunjukkan pola dead cross. Di sisi lain, kenaikan suku bunga acuan AS bisa mendorong aksi net sell asing, sehingga memicu capital outflow.

“Menurut saya, IHSG akan melemah, memang secara teknikal juga indikasinya begitu, MACD dead cross salah satunya. Lalu fed rate bisa memicu outflow (asing net sell) jadi memang sentimen ini negatif juga,” kata William kepada Kompas.com, Kamis (5/5/2022).

William memprediksi, di awal pekan IHSG akan melemah dalam range 7.164 sampai dengan level 7.250.

Sementara itu, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM mengungkapkan hal yang sama. Dia bilang, IHSG akan turun di awal – awal sesi, seiring potensi Bank Indonesia yang dinilai juga akan menaikkan suku bunganya.

“Untuk pasar Indonesia diprediksi akan terjadi pelemahan sesaat karena efek kenaikan suku bunga ini akan meningkatkan beban termasuk kemungkinan Bank Indonesia juga ikut menaikkan BI rate 7DRR ke depannya,” kata Roger.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, kenaikkan suku bunga The Fed 50 bps juga berdampak pada pasar modal tanah air.

Menurut dia, pasar domestik akan bergejolak, sehingga Bank Indonesia diprediksi akan akan menaikkan tingkat suku bunga. Menurut dia, kenaikan suku bunga oleh Bank Indonesia, bisa meneredam kekhawatiran pasar akan potensi capital outflow atau arus dana yang keluar dari pasar modal.

“Spread tingkat suku bunga antar negara juga akan menjadi perhatian Bank Indonesia untuk menjaga, agar jangan sampai terjadi capital outflow. Apabila Bank Indonesia tidak melakukan apa – apa, mungkin pasar akan kecewa dan berimbas negatif terhadap pasar saham khususnya obligasi. Koreksi mungkin terjadi di awal perdagangan nanti, Tapi semoga fundamental ekonomi kita menjaga koreksi tersebut,” ujar Maximilianus.

Sebagai informasi, Bank Sentral Inggris atau Bank of England (BOE) juga turut menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin untuk menekan inflasi. Kenaikan suku bunga acuan ini dilakukan oleh BOE pada Kamis (5/5/2022), menyusul kekhawatiran akan potensi inflasi yang diprediksi mencapai 10 persen tahun ini.

Baca juga !