Wed. Dec 7th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Serangan Balik Demokrat Jawab Tuduhan-tuduhan Penggugat

3 min read

Jakarta – Partai Demokrat (PD) melakukan serangan balik. Serangan balik PD dilancarkan kepada para penggugat AD/ART di Mahkamah Agung (MA).
Dirangkum detikcom, Senin (4/10/2021) upaya serangan balik Demokrat itu untuk menjawab tuduhan-tuduhan dari penggugat. Terlebih dari kubu Kepala KSP Moeldoko.

Tepis Minta Kubu Moeldoko Cabut Gugatan

Mantan kader Partai Demokrat (PD) Adjrin Duwila mengaku didatangi dan diminta ‘orang’ Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mencabut gugatan terkait AD/ART di Mahkamah Agung (MA). Demokrat menepis pernyataan Adjrin.

“Tidak ada upaya itu dari kami,” kata Kepala Bakomstra DPP Demokrat Herzaky Marhendra Putra di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/10).

Herzaky juga membantah tudingan mantan kader Demokrat yang mengaku diiming-imingi uang dan jabatan supaya mau mencabut gugatan. Demokrat bahkan merencanakan ‘serangan balik’, dengan membeberkan pernyataan Yosef Badeoda.

Yosef Badeoda tadinya bagian kubu Moeldoko yang menggugat SK Menkumham terkait kepemimpinan AHY di Demokrat. Namun Yosef mencabut gugatan sesaat sebelum sidangnya digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Kamis (23/9).

Mantan Ketua Demokrat Ngawi, Muh. Isnaini Widodo, juga mengaku didatangi salah seorang kubu AHY. Serupa dengan Adjrin, Widodo menyebut kubu AHY berupaya agar gugatan terhadap AD/ART Demokrat di MA dicabut.

“Jadi Mas AHY upaya, bagaimana kita ini bisa mencabut di 154, maupun di JR-nya, dan hari ini, kemarin, saya juga didatangi bagaimana saya bisa mencabut itu,” ujar Widodo.
Moeldoko Disebut Temui SBY Demi Posisi Tinggi di PD

Partai Demokrat mengungkap Kepala KSP Moeldoko pernah beberapa kali menghadap Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Jawa Barat. Salah satu tujuannya untuk meminta jabatan tinggi di Partai Demokrat.

Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Marhendra Putra awalnya menyebut ambisi Moeldoko menjadi Presiden dimulai semenjak Kepala KSP itu menjabat sebagai Panglima TNI pada 2014 silam.

“Sedangkan ambisi menjadi Presiden ini, pertama kali muncul pada 2014. Ada seorang pengusaha nasional yang menghadap Presiden SBY dan meminta restu Pak SBY, agar PD mengusung Moeldoko sebagai Calon Presiden. KSP Moeldoko saat itu masih perwira aktif dan baru saja diangkat menjadi Panglima TNI,” kata Herzaky kepada wartawan, Minggu (3/10/2021).

Setahun setelahnya, tepatnya pada Mei 2015 Moeldoko disebut menyambangi SBY di Cikeas, Jawa Barat. Saat itu, SBY tengah bersiap menuju ke Surabaya untuk menghadiri Kongres PD.

Kepada SBY, Moeldoko berpesan agar mengangkat Marzuki Alie sebagai Sekjen PD. SBY pun, sebutnya, geram atas perkataan Moeldoko.

“Ternyata, pesannya tidak sepenting dan semendesak yang diduga. Moeldoko hanya mengatakan ‘Pak, tolong kalau Bapak terpilih lagi sebagai Ketua Umum, agar Bapak mengangkat Marzuki Alie sebagai Sekjennya’. Pak SBY marah” ucapnya.

“Beliau marah, bukan saja karena Moeldoko yang adalah Panglima TNI aktif telah melanggar konstitusi dan undang-undang dengan melakukan politik praktis dan intervensi, tetapi beliau juga marah karena sebagai salah satu penggagas dan pelaksana reformasi TNI, Pak SBY tidak rela TNI dikotori oleh ambisi pribadi yang ingin berkuasa dengan cara-cara yang melanggar aturan dan hukum,” sambungnya.

Tak berhenti sampai di situ, Moeldoko disebut kembali menyambangi SBY di Cikeas usai pensiun dari TNI. Kali ini, Moeldoko meminta jabatan Ketua Umum PD.

“Setelah pensiun dari TNI, Moeldoko datang lagi ke Cikeas. Meminta jabatan tinggi di kepengurusan Partai Demokrat. Pak SBY sampaikan, ‘kalau gabung dengan PD beliau mempersilakan. Kalau soal jabatan Ketua Umum, itu ada mekanismenya melalui Kongres’,” ungkapnya.

Tak puas dengan sikap SBY, Herzaky menyatakan Moeldoko mulai bergerak menemui para petinggi partai untuk menggalang dukungan. Bahkan, Herzaky menuding Moeldoko menemui seorang Mantan Wakil Presiden demi meminta dukungan menjadi ketua umum partai politik.

“Bahkan, salah satu mantan Wakil Presiden bercerita, beliau didatangi oleh KSP Moeldoko dan meminta dukungan untuk KSP Moeldoko bisa menjadi ketua umum di salah satu partai politik. Lagi-lagi mantan Wakil Presiden ini juga menolaknya halus. Beliau katakan, untuk menjadi ketua umum itu ada mekanismenya melalui kongres,” jelasnya.

Baca juga !