Tue. Dec 6th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Taliban Bentuk Pasukan Bersenjata Baru untuk Afghanistan

2 min read

Kabul – Pemerintahan Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan mengumumkan pembentukan pasukan bersenjata baru untuk negara tersebut. Pasukan terbaru ini akan menyertakan tentara-tentara dari rezim sebelumnya.
Seperti dilansir Arab News, Selasa (26/10/2021), militer dan pemerintahan Afghanistan yang didukung Barat kolaps pada 15 Agustus lalu ketika Presiden Ashraf Ghani kabur ke luar negeri saat Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul.

Pada akhir Agustus, Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya kemudian menarik pasukan mereka setelah misi selama 20 tahun terakhir di Afghanistan. Pada September lalu, Taliban membentuk pemerintahan interim untuk memimpin Afghanistan, sembari menyatakan negara itu sebagai Emirat Islam.

Menteri Pertahanan Mullah Mohammed Yaqoob — yang merupakan anak pendiri Taliban, Mullah Omar — mengumumkan pembentukan pasukan bersenjata baru pada Minggu (24/10) waktu setempat, melalui pesan audio yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan.

Disebutkan Mohammed Yaqoob dalam pesannya bahwa Kementerian Pertahanan berniat membentuk tentara nasional dan independen, dengan kemampuan darat dan udara untuk ‘membela negara dengan nilai-nilai tinggi’ dan akan berupaya untuk memperlengkapi mereka dengan persenjataan modern.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, secara terpisah menjelaskan rencana pembentukan pasukan bersenjata baru untuk Afghanistan itu.

“Tentara adalah kebutuhan prioritas dan mendesak negara ini. Emirat Islam akan berupaya membentuk tentara yang diberdayakan yang akan bertanggung jawab untuk melindungi warga Afghanistan dan akan memiliki kemampuan untuk menjaga perdamaian Afghanistan dengan cara apapun,” tegas Zabihullah Mujahid kepada Arab News.
Lebih lanjut dia menyebut bahwa pasukan bersenjata yang baru ini akan terdiri atas para petempur Taliban dan tentara dari rezim sebelumnya yang kolaps.

“Tentara ini akan dibentuk dari pasukan baru dan juga dari pasukan yang pernah mengabdi pada Tentara Nasional Afghanistan. Kami akan bekerja bersama untuk membentuk tentara yang kuat dari kedua pasukan yang tengah mengabdi dan pernah mengabdi pada Afghanistan,” cetus Zabihullah Mujahid.

Namun, tidak disebutkan lebih lanjut oleh Taliban apakah pembentukan pasukan bersenjata baru ini akan didukung oleh negara-negara lainnya.

“Membentuk tentara baru membutuhkan uang dan sumber daya manusia, karena aset miliaran dolar milik bank sentral Afghanistan yang disimpan di luar negeri telah dibekukan sejak pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban,” sebut ekonom yang berbasis di Kabul, Hamayoon Frotan, dalam komentar terpisah.

“Saya meyakini bahwa Taliban memiliki sumber daya manusia, juga bagian perlengkapan yang dibutuhkan tentara yang diperoleh Taliban dari Amerika,” imbuhnya.

Dia menekankan bahwa dukungan mungkin datang dari China dan Rusia, mengingat pekan lalu laporan kantor berita Rusia, TASS News Agency, menyebut Presiden Vladimir Putin tengah mempertimbangkan untuk mencoret Taliban dari daftar organisasi teroris.

Baca juga !