Thu. Dec 1st, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Uni Eropa Sepakat Melarang Batu Bara Rusia, Tapi Belum Larang Gas

2 min read

Jakarta -Uni Eropa sepakat memberi sanksi pada Rusia, dengan melarang impor batu bara. Seperti dilansir ABC News Jumat 8 April 2022, sanksi tersebut merupakan pertama kalinya di bidang industri energi yang vital, sejak Rusia menginvasi Ukraina.

Namun, 27 negara Uni Eropa belum menemui kesepakatan ihwal pelarangan impor minyak dan gas dari Rusia. Menurut Komisi Eksekutif Uni Eropa, larangan batu bara ini akan merugikan Rusia sebanyak US$4,4 miliar per tahun.

Sementara Uni Eropa mempertimbangkan sanksi tambahan, Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan tidak ada embargo gas alam Rusia untuk dipertimbangkan sekarang. “Dan saya tidak tahu apakah itu akan ada di atas meja,” katanya kepada wartawan.

Negara-negara UE, terutama ekonomi besar seperti Italia dan Jerman, sangat bergantung pada gas alam Rusia untuk memanaskan dan mendinginkan rumah, menghasilkan listrik, dan menjaga agar industri tetap berputar.

Namun Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan, “Saya percaya bahwa tindakan (sanksi) terhadap minyak dan bahkan pada gas Rusia, juga akan diperlukan cepat atau lambat.”

Analis energi dan importir batu bara mengatakan Eropa dapat menggantikan pasokan Rusia dalam beberapa bulan dari negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS). Langkah ini dianggap penting karena melanggar tabu untuk memutuskan hubungan energi Eropa dengan Rusia. Meski demikian, langkah ini juga pasti akan memicu inflasi yang sudah mencapai rekor tinggi.

Tetapi dibandingkan dengan gas alam dan minyak, batu bara adalah yang paling mudah untuk diputus dengan cepat dan menimbulkan kerusakan yang jauh lebih sedikit pada ekonomi Eropa.

Uni Eropa membayar Rusia US$20 juta per hari untuk batu bara. Sedangkan untuk minyak dan gas mencapai US$850 juta per hari.

Berita mengejutkan tentang pembantaian warga Bucha di Ukraina oleh tentara Rusia, membuat Uni Eropa mempertimbangkan sanksi lebih luas pada Rusia.

Baca juga !