Sat. Dec 3rd, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Usai Musim bak Roller Coaster di Inter, Eriksen Mau Apa?

1 min read

Jakarta –

Christian Eriksen menyebut musim pertamanya di Inter Milan bak roller coaster. Nyaris terbuang, akhirnya malah dipercaya dan jadi juara.

Eriksen memulai karier di Inter Milan dengan berat, sejak direkrut pada Januari 2020. Ia cuma delapan kali jadi starter selama separuh musim dari total 17 kali main, dengan torehan satu gol dan dua assist.

Kesulitan itu berlanjut hingga separuh perjalanan musim 2020/2021. Gelandang 29 tahun itu lebih kerap duduk di bangku cadangan Inter Milan, hingga mulai sering dikaitkan dengan kepergian pada bursa transfer musim dingin.

Pelatih Inter Antonio Conte malah sempat menyebutnya tidak cocok dengan gaya permainannya. Hal ini sampai dikonfirmasi oleh CEO Inter Beppe Marotta, yang menyebut Eriksen bakal dijual.

Tapi seiring waktu, Eriksen malah pelan-pelan mendapatkan kepercayaan dari Conte. Sejak akhir Januari, mantan pemain Tottenham Hotspur itu 17 kali tampil dari 19 pertandingan di Liga Italia.

Sebelumnya ia cuma bermain sembilan kali dari total 19 laga. Peran baru Christian Eriksen membantu Inter memenangi trofi Serie A.

Setelah mengantarkan Inter Milan juara Liga Italia, Eriksen ketagihan. Ini merupakan trofi pertama Inter sejak terakhir kali juara Liga Belanda pada 2013.”Masa saya di Inter itu seperti roller-coaster, banyak sekali naik dan turunnya,” ujarnya kepada Berlingske dikutip Football Italia.

“Seorang juara ingin memenangi lebih banyak hal, jadi saya merasa jauh lebih lapar lagi baik dengan Inter maupun Denmark. Piala Eropa akan sangat spesial, apalagi kami bermain di Denmark,” ungkap Eriksen.

Baca juga !

1 min read