Thu. Sep 29th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Waket MPR Minta Pemerintah Sosialisasi Masif Peraturan Larangan Mudik

2 min read

Jakarta –

Pengetatan persyaratan perjalanan dalam negeri sebelum dan sesudah masa larangan mudik harus dimaknai sebagai upaya pencegahan sebaran COVID-19. Hal itu dilakukan agar kasus COVID-19 di Tanah Air bisa terkendali.

“Kita harus memahami upaya pengetatan persyaratan tersebut sebagai bagian dari pengendalian COVID-19 di saat terjadi potensi pergerakan masyarakat dari satu daerah ke daerah lain,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Kamis (22/4/2021).

Satuan tugas penanganan COVID-19 menerbitkan adendum Surat Edaran No. 13/2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Dalam adendum surat tersebut, Satgas COVID-19 mengumumkan pengetatan persyaratan perjalanan pada H-14 hingga H+7 larangan mudik yang telah ditetapkan antara 6-17 Mei 2021, sehingga pengetatan perjalanan berlaku mulai 22 April hingga 24 Mei 2021.

Setiap perubahan kebijakan, menurut Rerie, harus segera disampaikan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak mendapatkan informasi yang sesat. Di sisi lain, imbuhnya, para pemangku kepentingan di daerah harus segera merespons kebijakan yang diterbitkan Satgas COVID-19 di tingkat pusat tersebut.Menurut menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, untuk mengefektifkan pemberlakuan kebijakan tersebut pemerintah harus segera melakukan sosialisasi yang masif mengingat kebijakan itu diterbitkan di saat sebagian masyarakat melakukan mudik lebih awal.

“Sehingga kita tidak boleh lengah dan mengabaikan protokol kesehatan, apalagi berkerumun,” tegasnya.Pertambahan jumlah positif COVID-19 memang menunjukkan tanda-tanda menurun dalam beberapa pekan terakhir. Namun, tambahnya, positivity rate nasional per 19 April 2021 masih tercatat 11,4 persen. Itu berarti berdasarkan standar WHO, sebaran COVID-19 masih jauh dari terkendali. Berdasarkan kondisi tersebut, jelas Rerie, langkah pengetatan yang diumumkan Satgas COVID-19 itu cukup beralasan.

Disiplin memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan, ujar Rerie, harus menjadi norma baru dalam keseharian masyarakat.

Baca juga !