Sun. Oct 2nd, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Wanti-wanti AS Saat Kendaraan Lapis Baja Myanmar Bermunculan

2 min read

Naypyitaw –

Pergerakan militer di Myanmar kembali menimbulkan kekhawatiran dari Amerika Serikat. Kedutaan Besar AS di Myanmar bahkan memperingatkan setiap warga negara AS di negara itu untuk waspada dan diimbau untuk tetap berada di dalam rumah.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (15/2/2021) Selain karena pergerakan militer yang mengkhawatirkan, Kedubes AS di Myanmar juga memperingatkan warganya soal potensi gangguan telekomunikasi mulai Minggu (14/2) malam waktu setempat.

“Ada indikasi pergerakan militer di Yangon dan kemungkinan gangguan telekomunikasi sepanjang malam antara pukul 01.00 hingga pukul 09.00 waktu setempat,” demikian pernyataan Kedubes AS di Myanmar via akun Twitter resmi American Citizen Services.

Peringatan dirilis Kedubes AS setelah siaran online dari media lokal melaporkan kemunculan beberapa kendaraan lapis baja muncul di kota Yangon, Myitkyina dan Sittwe — ibu kota Rakhine.

Pada Sabtu (13/2) waktu setempat, otoritas AS menaikkan travel warning untuk Myanmar ke level tertinggi, yakni Level 4: Do Not Travel atau dilarang bepergian. “Jangan bepergian ke Burma karena COVID-19 serta area-area kerusuhan sipil dan konflik bersenjata,” demikian bunyi travel warning dari AS untuk Myanmar.

Disebutkan juga oleh Departemen Luar Negeri AS bahwa mulai 14 Februari, otoritas AS mengizinkan keberangkatan sukarela dari pegawai pemerintah AS non-darurat dan anggota keluar mereka dari Myanmar.

Militer Kerahkan Kendaraan Lapis Baja

Kemunculan kendaraan militer berskala besar semacam ini menjadi yang pertama sejak kudeta militer dilancarkan pada 1 Februari lalu.

Militer Myanmar diketahui melakukan penangkapan massal terhadap para pelaku gerakan ketidakpatuhan sipil yang diwarnai aksi unjuk rasa besar-besaran di kota-kota besar maupun di desa-desa terisolasi di negara itu.

Kepolisian Myanmar saat ini tengah memburu tujuh orang yang memberikan dukungan untuk unjuk rasa semacam itu, termasuk beberapa aktivis demokrasi terkemuka di negara itu.

“Mereka yang menampung mereka (buronan) akan menghadapi tindakan sesuai hukum,” imbuh pemberitahuan itu.

Salah satu yang diburu adalah Min Ko Naing yang pernah ditahan lebih dari satu dekade karena memimpin protes melawan diktator Myanmar tahun 1988 saat dia masih mahasiswa. Unjuk rasa tahun 1988 silam melambungkan nama Aung San Suu Kyi ke posisi teratas gerakan demokrasi Myanmar. Akibat aksi itu, Suu Kyi menjadi tahanan rumah selama bertahun-tahun. Sejak ditahan militer pada 1 Februari lalu, Suu Kyi belum muncul di depan publik hingga kini.

Menurut kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, nyaris 400 orang ditangkap dalam beberapa hari terakhir di Myanmar, termasuk para sekutu politik Suu Kyi.

Baca juga !