Tue. Jan 31st, 2023

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Warga Sipil Jadi Sandera Tentara di Ukraina, Diikat dan Akan Diledakkan Untuk Memfitnah Lawan

2 min read

han peledak dan berencana meledakkan untuk menuduh Angkatan Bersenjata Rusia membunuh warga sipil, kata kepala Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Rusia Kolonel Jenderal Mikhail Mizintsev, Senin.

Menurut Mizintsev, kabar tersebut sangat kredibel bahwa nasionalis Ukraina mempersiapkan provokasi lainnya dengan kematian warga sipil di Slavyansk, DPR, untuk menuduh Angkatan Bersenjata Rusia melakukan penembakan tanpa pandang bulu terhadap objek sipil.

“Sejauh itu, penduduk blok terdekat disandera di gedung bacaan pertanian profesional di Jalan Nauki dengan dalih untuk memastikan keselamatan mereka.

Sementara itu, bangunan itu telah dipasangi dengan bahan peledak, dan para militan berencana untuk meledakkannya sekali. Pasukan Rusia mulai menembaki objek militer di kota itu,” kata Mizintsev.

Sementara lusinan orang terluka akibat serangan Angkatan Bersenjata Ukraina di Novaya Kakhovka, ada juga kematian, kata kepala administrasi militer-sipil Distrik Kakhovka di wilayah Kherson Vladimir Leontyev kepada TASS.

“Sayangnya, ada korban, sejumlah besar terluka, puluhan orang kehilangan tempat tinggal,” katanya, mencatat bahwa kota itu rusak parah.

Leontyev menambahkan bahwa “para korban dirawat di rumah sakit kota dan rumah sakit militer”.

“Kami masih harus menilai kerusakannya, karena situasinya masih berlangsung,” katanya, seraya menambahkan bahwa otoritas kota akan mulai menilai kerusakan pada Selasa.

Militer Ukraina menyerang Novaya Kakhovka pada Senin malam. Selain merusak bangunan, serangan itu juga menyebabkan ledakan di gudang pupuk.

Sementara pihak Ukraina mengklaim korban serangan rudal di sebuah blok apartemen lima lantai di Chasiv Yar, Ukraina timur emncapai 33 orang.

Menurut Kyiv, bangunan tempat tinggal itu terkena roket Rusia yang ditembakkan dari sistem truk pada Sabtu malam. Kini tim penyelamat terus mengambil mayat dari puing-puing.

Layanan darurat Ukraina awalnya memberikan korban tewas 10, tetapi ketika tim penyelamat terus menyisir puing-puing, jumlah itu meningkat.

Korban terakhir, seorang anak berusia sembilan tahun, dilaporkan ditemukan sekitar pukul 23.30 pada Senin malam.

“Secara total, sejak awal pencarian, sudah ditemukan 33 jenazah termasuk satu anak di lokasi kejadian, dan sembilan orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan.

Pekerjaan sedang berlangsung,” kata kementerian urusan dalam negeri Ukraina dalam sebuah pembaruan, mengutip layanan darurat negara.

Sembilan orang diselamatkan setelah serangan itu, sementara Pavlo Kyrylenko, gubernur wilayah Donetsk yang mencakup Chasiv Yar, mengatakan sekitar tiga lusin orang masih terjebak di reruntuhan.

Pada Minggu malam, tim penyelamat menyelamatkan seorang pria yang terjepit oleh batu bata dan beton yang jatuh selama hampir 24 jam.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menuduh Moskow sengaja menargetkan warga sipil dalam serangan di Chasiv Yar.

“Siapa pun yang memberi perintah untuk serangan semacam itu, siapa pun yang melakukannya di kota-kota biasa, di daerah pemukiman, membunuh dengan sengaja,” kata Zelenskiy.

“Hukuman tidak bisa dihindari untuk setiap pembunuh Rusia.”

Andriy Yermak, kepala staf Zelenskiy, mengatakan serangan itu adalah “serangan teroris lain” dan bahwa Rusia harus ditetapkan sebagai negara sponsor terorisme.

Tim penyelamat diperlihatkan menjelajahi reruntuhan bangunan, dindingnya benar-benar terkelupas oleh dampaknya.

Derek dan ekskavator bekerja bersama pekerja darurat untuk membersihkan puing-puing karena pintu depan dan balkon terlihat terkoyak.

Baca juga !