Sun. Oct 24th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Warga Takut Taliban tapi Juga Merasa Aman, China Marah pada Taiwan!

4 min read

Jakarta – Kepemimpinan kelompok Taliban di Afghanistan memicu kekhawatiran dan ketakutan warga. Namun, sebagian warga, terutama di ibu kota Kabul, juga mengakui bahwa tindakan tegas dan hukuman berat Taliban terhadap pelaku kejahatan membuat mereka merasa aman.
Seperti dilansir Associated Press, Jumat (24/9/2021), meskipun penduduk Kabul menyatakan ketakutan atas berkuasanya kembali Taliban, namun beberapa dengan enggan mengakui bahwa situasi Kabul menjadi lebih aman dalam sebulan terakhir.

Sebelum Taliban berkuasa, menurut penduduk Kabul, gerombolan pencuri berkeliaran di jalanan dan tindak kejahatan tanpa henti membuat kebanyakan orang menghindari beraktivitas dan keluar rumah saat malam hari.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (24/9/2021):

– Taliban Bakal Terapkan Lagi Hukuman Potong Tangan, Ini Alasannya

Salah satu pendiri kelompok Taliban memastikan bahwa hukuman berat sesuai interpretasi kelompok ini soal hukum Islam, seperti eksekusi mati dan potong tangan, akan kembali diberlakukan di Afghanistan. Kelompok ini menuturkan ada alasan tersendiri untuk penerapan hukuman berat tersebut.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (24/9/2021), penegasan itu disampaikan oleh Mullah Nooruddin Turabi, yang merupakan salah satu pendiri Taliban dan pernah menjabat kepala penegakan hukum Islam saat Taliban berkuasa di Afghanistan dua dekade lalu.

Turabi yang kini berusia 60-an tahun, menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan memimpin departemen yang disebut Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, atau yang secara efektif merupakan ‘polisi syariah’ atau ‘polisi moral’ saat Taliban berkuasa sebelumnya.

Dalam wawancara dengan Associated Press, Turabi memperingatkan dunia untuk tidak mencampuri Taliban yang menjadi penguasa baru Afghanistan. “Tidak ada yang memberitahu kami seperti apa hukum kami seharusnya. Kami akan mengikuti Islam dan membuat hukum kami berdasarkan Quran,” tegasnya.

Mantan perwira polisi Minneapolis, Amerika Serikat, Derek Chauvin mengajukan banding atas vonisnya terkait pembunuhan George Floyd.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (24/9/2021), dalam permohonan bandingnya, dia menyebutkan 14 keluhan tentang persidangan kasusnya, yang telah mengguncang Amerika Serikat dan mengungkapkan perpecahan rasial yang mendalam.

Pembunuhan Floyd, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun, pada Mei 2020 menjadi viral setelah tertangkap kamera. Pembunuhan itu memicu demonstrasi terbesar di Amerika Serikat dalam beberapa dekade.

Chauvin, yang pada bulan Juni lalu dijatuhi hukuman lebih dari 22 tahun penjara karena membunuh Floyd dengan berlutut di lehernya selama hampir 10 menit, mengajukan banding atas putusan tersebut pada Kamis (23/9) malam waktu setempat ke pengadilan distrik Minnesota. Banding dilakukan di hari terakhir dia dapat melakukannya.

Otoritas China kembali mengerahkan puluhan pesawat militernya ke dekat wilayah Taiwan, pekan ini. Langkah ini disebut bertujuan menunjukkan kemarahan China atas keinginan Taiwan bergabung dengan kemitraan trans-Pasifik atau yang dikenal sebagai CPTPP.

Seperti dilansir Bloomberg, Jumat (24/9/2021), Kementerian Pertahanan Taiwan dalam pernyataannya menyebut total 24 pesawat militer China terbang ke dalam Zona Identifikasi Pertahanan Udara Taiwan pada Kamis (23/9) waktu setempat.
Jumlah itu disebut sebagai yang terbesar yang pernah dikerahkan China ke zona pertahanan Taiwan dalam sehari sejak Juni lalu, saat 28 pesawat militer China dikerahkan ke dekat Taiwan hanya dalam waktu sehari.

Sejumlah pejabat Taiwan, seperti dilansir AFP, menuturkan bahwa puluhan pesawat militer China yang dikerahkan ke Taiwan itu juga termasuk 18 jet tempur China dan dua pesawat pengebom berkemampuan nuklir.

Patroli Perbatasan Amerika Serikat (AS) akan berhenti menggunakan kuda dalam operasi imigran ilegal di sekitar Del Rio, Texas. Keputusan ini diambil setelah foto-foto mengerikan yang mengungkapkan perlakuan kejam penjaga perbatasan AS terhadap para migran Haiti di perbatasan mencuat ke publik.

Seperti dilansir AFP, Jumat (24/9/2021), Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki, dalam pernyataan terbaru menegaskan bahwa Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Alejandro Mayorkas ‘menyampaikan kepada para pemimpin hak sipil pagi ini bahwa kami tidak akan lagi menggunakan kuda-kuda di Del Rio’.

Langkah ini diambil AS setelah fotografer AFP dan sejumlah rekaman video dari media massa lainnya pada Senin (20/9) lalu menunjukkan penjaga perbatasan AS yang berkuda berupaya mencegah para imigran ilegal yang berlarian berusaha melintasi perbatasan AS dari Meksiko dari atas kuda.

Situasinya terlihat mencekam. Dengan para pengkritik menyebut pemandangannya mengingatkan momen saat koboi-koboi menggiring ternak mereka dan mirip dengan momen masa lalu saat polisi berkuda, sipir penjara atau pemilik budak menggunakan cambuk terhadap warga kulit hitam AS.

Kepemimpinan kelompok Taliban di Afghanistan memicu kekhawatiran dan ketakutan warga. Namun, sebagian warga, terutama di ibu kota Kabul, juga mengakui bahwa tindakan tegas dan hukuman berat Taliban terhadap pelaku kejahatan membuat mereka merasa aman.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (24/9/2021), meskipun penduduk Kabul menyatakan ketakutan atas berkuasanya kembali Taliban, namun beberapa dengan enggan mengakui bahwa situasi Kabul menjadi lebih aman dalam sebulan terakhir.

Sebelum Taliban berkuasa, menurut penduduk Kabul, gerombolan pencuri berkeliaran di jalanan dan tindak kejahatan tanpa henti membuat kebanyakan orang menghindari beraktivitas dan keluar rumah saat malam hari.

Beberapa hari terakhir di Kabul, para petempur Taliban diketahui menerapkan kembali hukuman-hukuman yang diberlakukan di masa lalu — termasuk mempermalukan pelaku pencurian di depan umum.

Baca juga !