Wed. Dec 7th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

WHO Khawatir Penyebaran Varian Omicron dan Delta Picu Tsunami Covid-19

2 min read

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan varian virus corona Omicron dan Delta akan memicu “tsunami” kasus Covid-19

Hal itu dikhawatirkan memberikan tekanan besar pada fasilitas kesehatan.

“Saya sangat prihatin bahwa Omicron, yang lebih menular (dan) beredar pada saat yang sama dengan Delta, menyebabkan tsunami kasus,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus Rabu (29/12/2021), seperti dilansir dari Al Jazeera.

Dua tahun setelah virus corona baru pertama kali muncul, pejabat tinggi badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk mempercayai data awal yang menunjukkan Omicron menyebabkan penyakit yang lebih ringan.

Pertama kali dilaporkan bulan lalu di Afrika Selatan, kini Omicron sudah menjadi varian dominan di Amerika Serikat dan sebagian Eropa.

Karena 92 dari 194 negara anggota WHO melewatkan target untuk memvaksinasi 40 persen populasi mereka pada akhir tahun ini.

Tedros mendesak semua orang untuk membuat “Resolusi Tahun Baru” untuk mendukung kampanye vaksinasi 70 persen populasi negara dengan awal Juli.

Menurut angka WHO, jumlah kasus Covid-19 yang tercatat di seluruh dunia meningkat 11 persen minggu lalu dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Hampir 4,99 juta kasus baru dilaporkan dari 20 hingga 26 Desember.

Kasus baru di Eropa, yang menyumbang lebih dari setengah dari total kasus telah naik 3 persen.

Sementara di Amerika naik 39 persen dan di Afrika naik 7 persen.

Prihatin dengan peningkatan kasus, kepala WHO mengatakan bahwa Omicron akan memberikan tekanan besar pada petugas kesehatan yang kelelahan dan sistem kesehatan di ambang kehancuran.

WHO mengatakan dalam laporan epidemiologi mingguannya bahwa risiko keseluruhan yang terkait dengan Omicron tetap sangat tinggi.

Hal itu Ini dapat dilihat dari bukti yang konsisten bahwa Omicron menyebar lebih cepat dibandingkan varian Delta.

Disebutkan bahwa penurunan insiden kasus telah terlihat di Afrika Selatan, dan bahwa data awal dari negara itu, Inggris dan Denmark menunjukkan pengurangan risiko rawat inap dengan Omicron tetapi mengatakan lebih banyak data diperlukan.

Kepala kedaruratan WHO, Michael Ryan, menggarisbawahi catatan kehati-hatian itu.

Dia mengatakan akan penting dalam beberapa minggu mendatang untuk menekan transmisi kedua varian seminimal mungkin.

Ryan mengatakan infeksi Omicron sebagian besar dimulai di kalangan anak muda.

“Apa yang belum kita lihat adalah gelombang Omicron yang terbentuk sepenuhnya pada populasi yang lebih luas,” katanya.

“Dan saya sedikit takut untuk membuat prediksi positif sampai kita melihat seberapa baik perlindungan vaksin akan bekerja pada populasi yang lebih tua dan lebih rentan,” sambungnya.

Baca juga !