Wed. Nov 30th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Yaqut Pastikan Nomenklatur Madrasah Hingga Pesantren Masuk dalam RUU Sisdiknas

2 min read

 Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan nomenklatur madrasah dan pesantren tetap masuk dalam batang tubuh dan pasal-pasal di Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Hal ini untuk menjawab polemik yang menyebut hilangnya kata madrasah dalam revisi undang-undang tersebut.

foto

Nomenklatur madrasah dan pesantren juga masuk dalam batang tubuh dan Pasal-Pasal dalam RUU Sisdiknas. Dan saya pun yakin bahwa dengan mengusung kemerdekaan dan fleksibelitas dalam RUU Sisdiknas, mutu pembelajaran untuk semua peserta didik di Indonesia akan meningkat,” ujar Yaqut dalam Instagram @nadiemmakarim yang dikutip pada Rabu, 30 Maret 2022.

Yaqut mengatakan, sejak awal pembahasan RUU Sisdiknas oleh pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kemendikbud Ristek selalu menjalin komunikasi dengan Kementrian Agama. Yaqut pun memastikan sejak awal pembahasan, Undang-Undang ini memberikan perhatian yang kuat terhadap eksistensi pesantren dan madrasah.

“Kemendikbud Ristek telah dan akan terus berkolaborasi dengan Kementerian Agama untuk mengakselerasi kualitas pendidikan di Indonesia, termasuk selama proses revisi RUU Sisdiknas,” kata Yaqut.

Sementara itu, Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, juga memastikan madrasah dan satuan pendidikan lainnya tetap masuk dalam RUU Sisdiknas. Menurut Nadiem, tindakan menghapus madrasah merupakan hal yang tidak masuk akal dan tidak pernah terpikirkan oleh pihaknya.

“Sedari awal tidak ada keinginan atau pun rencana untuk menghapus sekolah, madrasah, atau bentuk-bentuk satuan pendidikan lain dari sistem pendidikan nasional,” kata Nadiem.

Nadiem menjelaskan madrasah tetap masuk Sisdiknas dan diatur melalui batang tubuh RUU Sisdiknas. Hanya saja penamaan spesifik jenis sekolah akan dipaparkan di bagian penjelasan agar tidak terikat di tingkat UU sehingga lebih fleksibel.

“Sekolah maupun madrasah secara substansi tetap menjadi bagian dari jalur-jalur pendidikan yang diatur dalam batang tubuh RUU Sisdiknas. Namun penamaan secara spesifik seperti SDN, MI, SMP dan MTs atau SMA, SMK dan MA akan dipaparkan di bagian penjelasan,” ujarnya.

Dalam draf RUU Sisdiknas yang beredar, dijabarkan jenjang pendidikan terdiri dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi. Ketua Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara, Arifin Junaidi, protes karena frasa madrasah tidak ditulis secara eksplisit dalam draf itu.

Menurut Arifin, dalam UU Sisdiknas 2003 peran madrasah sudah diperkuat dalam satu tarikan napas dengan sekolah. Meskipun, kata Arifin, integrasi sekolah dan madrasah pada praktiknya kurang bermakna karena dipasung oleh UU Pemda.

“Alih-alih memperkuat integrasi sekolah dan madrasah, draf RUU Sisdiknas malah menghapus penyebutan madrasah,” ujar Arifin sebagai salah satu anggota Aliansi Penyelenggara Pendidikan Indonesia (APPI) dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPRI RI, di Jakarta, Kamis, 24 Maret 2022.

Baca juga !